Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Menang 66,76 Persen Lawan Kotak Kosong, Karier Politik Bupati Sukoharjo Etik Suryani Kini Disorot Usai Terjaring OTT KPK

Laila Zakiya • Jumat, 10 Juli 2026 | 08:54 WIB
Sejumlah koper hijau diamankan diduga menjadi barang bukti OTT KPK Bupati Sukoharjoa Etik Suryani dan jajarannya. (Solo Balapan/Antonius Christian)
Sejumlah koper hijau diamankan diduga menjadi barang bukti OTT KPK Bupati Sukoharjoa Etik Suryani dan jajarannya. (Solo Balapan/Antonius Christian)

 

SOLOBALAPAN – Nama Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mendadak menjadi sorotan nasional setelah terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (9/7/2026) malam.

Perhatian publik tak hanya tertuju pada proses hukum yang tengah berjalan, tetapi juga perjalanan politik Etik yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu kepala daerah dengan basis dukungan kuat di Solo Raya.

Pada Pilkada 2024, Etik Suryani bersama wakilnya, Eko Sapto Purnomo, bahkan berhasil menang telak melawan kotak kosong dengan raihan 319.923 suara atau 66,76 persen.

Kini, perjalanan politik tersebut memasuki babak baru setelah KPK mengamankan Etik dalam operasi senyap yang dilakukan di wilayah Solo Raya.

Baca Juga: Intervensi Politik Donald Trump di Piala Dunia 2026? Gianni Infantino Terancam Diselidiki IOC dan Parlemen Eropa Buntut Kontroversi Balogun

KPK Amankan Lima Orang dalam OTT

Komisi Pemberantasan Korupsi mengonfirmasi telah mengamankan lima orang dalam operasi tangkap tangan tersebut, termasuk Bupati Sukoharjo.

"Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah 5 orang, salah satunya Bupati Sukoharjo," kata Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).

Setelah pemeriksaan awal dilakukan di Polresta Surakarta, seluruh pihak yang diamankan kemudian diberangkatkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

"Para pihak kemudian dilakukan pemeriksaan awal di Polresta Surakarta, dan pagi ini akan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto juga membenarkan adanya operasi tangkap tangan tersebut.

"Benar," kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto ketika dikonfirmasi, Jumat (10/6).

Baca Juga: Harta Resmi Febrie Adriansyah Jadi Sorotan! Naik Rp11,9 Miliar Sejak Jabat Jampidsus, Data e-LHKPN Kini Ramai Dikuliti Publik

Dugaan Perkara yang Diusut KPK

Berbeda dengan sejumlah OTT kepala daerah yang sebelumnya banyak berkaitan dengan dugaan suap proyek, perkara yang tengah didalami KPK terhadap Etik Suryani disebut berkaitan dengan dugaan pemerasan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan konstruksi perkara yang sedang diselidiki.

"Perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo," sebutnya.

Meski demikian, hingga artikel ini ditulis, KPK belum mengumumkan status hukum para pihak yang diamankan maupun menjelaskan secara rinci konstruksi perkara beserta barang bukti yang diperoleh.

Sesuai ketentuan KUHAP, KPK memiliki waktu maksimal 1x24 jam sejak OTT untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan.

Menang Telak Melawan Kotak Kosong

Jauh sebelum menjadi perhatian karena OTT KPK, Etik Suryani dikenal sebagai figur politik yang memiliki basis dukungan kuat di Kabupaten Sukoharjo.

Pada Pilkada 2024, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut kembali maju bersama Eko Sapto Purnomo dari Partai Gerindra.

Pasangan ini menghadapi kotak kosong dan berhasil memperoleh 319.923 suara atau sekitar 66,76 persen, sehingga kembali dipercaya memimpin Kabupaten Sukoharjo untuk periode 2025–2030.

Sebelumnya, Etik juga telah menjabat sebagai Bupati Sukoharjo periode 2021–2025.

Kemenangan tersebut menjadi salah satu hasil Pilkada yang cukup mencolok di Jawa Tengah karena pasangan petahana mampu mempertahankan dominasi politiknya.

Baca Juga: Siapa Fangfang? Mengaku Ditelantarkan Vicky Prasetyo Saat Hamil Tua, Berani Bongkar Bukti Foto Nikah Siri

Perjalanan Karier Etik Suryani

Berdasarkan profil resmi Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Etik Suryani lahir di Solo pada 15 Maret 1963.

Ia mengenyam pendidikan di SD Negeri No. 85 Tegalmulyo Surakarta, kemudian melanjutkan ke SMP IX Surakarta dan SMA Negeri Kartasura.

Etik memperoleh gelar Sarjana dari Universitas Surakarta pada 2010 sebelum menyelesaikan pendidikan Magister di STIE AUB Surakarta pada 2018.

Selain kiprahnya di pemerintahan, Etik juga pernah dipercaya menjadi Bunda PAUD Kabupaten Sukoharjo selama dua periode serta menerima sejumlah penghargaan, antara lain Manggala Karya Kencana dari BKKBN, Anugerah PAUD Tingkat Nasional, Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia, hingga penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID).

Pemeriksaan Berlangsung Hingga Pagi

Berdasarkan pantauan di Polresta Surakarta, pemeriksaan terhadap Etik dan sejumlah pihak lainnya berlangsung sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari.

Sekitar pukul 05.42 WIB, Etik terlihat keluar dari ruang pemeriksaan dengan mengenakan pakaian berwarna putih, rompi hitam, kerudung hitam, dan masker.

Saat dimintai keterangan oleh wartawan, Etik memilih tidak memberikan komentar dan langsung menuju bus yang telah disiapkan menuju Jakarta dengan pengawalan petugas.

Di lokasi pemeriksaan juga terlihat sejumlah koper dibawa petugas menuju lantai dua gedung sebelum rombongan diberangkatkan.

Baca Juga: Ahmad Tohari, Penulis yang Mengabadikan Suara Orang Kecil Lewat Sastra

KPK Belum Umumkan Status Hukum

Sampai saat ini, KPK belum mengumumkan secara resmi siapa saja yang ditetapkan sebagai tersangka maupun rincian barang bukti yang diamankan dalam OTT tersebut.

Lembaga antirasuah masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap lima orang yang diamankan sebelum menyampaikan hasil perkembangan penyidikan kepada publik. (LZ)

Editor : Laila Zakiya
#Bupati Sukoharjo #viral #Etik Suryani #ott kpk