Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dikepung 20 Prajurit TNI Bersenjata Laras Panjang, Ada Apa? Pengamanan Mendadak Usai Penggeledahan Besar Polri Jadi Sorotan

Laila Zakiya • Kamis, 9 Juli 2026 | 09:24 WIB
Aktivitas di sekitar rumah JAM Pidsus Kejagung Febrie Adriansyah pada Rabu malam (8/7). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
Aktivitas di sekitar rumah JAM Pidsus Kejagung Febrie Adriansyah pada Rabu malam (8/7). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

 

SOLOBALAPAN.COM – Rumah Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, mendadak menjadi pusat perhatian publik setelah puluhan prajurit TNI bersenjata laras panjang terlihat melakukan pengamanan ketat di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Peningkatan pengamanan tersebut terjadi bertepatan dengan operasi penggeledahan besar-besaran yang dilakukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya di sejumlah lokasi yang berkaitan dengan penyidikan dugaan korupsi, gratifikasi, suap, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Situasi itu memunculkan berbagai pertanyaan publik mengenai alasan di balik pengamanan berlapis di kediaman salah satu pejabat penting Kejaksaan Agung tersebut.

Pengamanan Rumah Jampidsus Mendadak Diperketat

Berdasarkan pantauan di lokasi, aktivitas penjagaan di rumah Febrie Adriansyah yang berada di Jalan Radio I, Kebayoran Baru, meningkat signifikan sejak Rabu (8/7/2026) sore hingga malam hari.

Lebih dari 20 personel TNI tampak berjaga di berbagai akses menuju kediaman tersebut. Sebagian mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL), sementara lainnya berpakaian sipil. Beberapa di antaranya terlihat membawa senjata laras panjang.

Pengamanan tidak hanya dilakukan di depan rumah, tetapi juga mencakup sejumlah titik akses menuju kawasan tempat tinggal Jampidsus.

Hingga larut malam, aparat masih terlihat bersiaga di sekitar lokasi. Belum ada penjelasan resmi yang menghubungkan peningkatan pengamanan tersebut dengan rangkaian penggeledahan yang dilakukan kepolisian pada hari yang sama.

Baca Juga: Laka Maut Jalur Solo-Purwodadi Kalijambe: Pemuda Asal Gemolong Tewas Alami Cedera Kepala

Bertepatan dengan Penggeledahan Besar di Cipete

Di waktu yang hampir bersamaan, Kortas Tipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Jakarta dan Jawa Barat.

Dua lokasi utama yang menjadi perhatian adalah Cafe de'Clan Signature serta Point Money Changer di kawasan Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan.

Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari penyidikan dugaan korupsi, suap, gratifikasi, dan TPPU yang berkaitan dengan perkara PLN batu bara, PT Asabri, hingga Krakatau Steel.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon menjelaskan dasar dilakukannya operasi tersebut.

“Penggeledahan ini dilakukan terkait penyidikan dua laporan polisi, tentang dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang serta dugaan tindak pidana suap,” kata Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Victor Dean Mackbon, ditemui di lokasi, Rabu (8/7/2026).

Victor menjelaskan dua laporan tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi dan TPPU dalam penanganan perkara PT Asabri, Asuransi Jiwasraya, serta penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.

Baca Juga: Bongkar Impor HP Ilegal Cina Senilai Rp253 Miliar, Bareskrim Seret Dua WNA dan Buru Satu Direktur yang Kabur

Brankas Rahasia Ditemukan di Balik Lemari

Dalam proses penggeledahan di restoran kawasan Cipete, penyidik menemukan sebuah brankas yang disembunyikan di balik lemari kayu.

Video yang beredar memperlihatkan petugas menggeser lemari yang menempel di dinding hingga akhirnya menemukan sebuah brankas berwarna hitam yang tertanam di balik dinding bangunan.

Penemuan tersebut langsung disambut tepuk tangan oleh tim penyidik.

Selain brankas, polisi juga mengamankan dokumen penting serta uang tunai dalam mata uang dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura yang masih dalam proses penghitungan.

Brimob Turun dengan Pengamanan Maksimal

Selama penggeledahan berlangsung, kawasan sekitar Cafe de'Clan Signature dijaga ketat oleh personel Brimob bersenjata lengkap.

Mereka mengenakan rompi antipeluru, helm taktis, serta membawa senjata laras panjang untuk mengamankan jalannya proses penyidikan.

Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami kepadatan karena banyak warga yang berhenti untuk melihat aktivitas aparat.

Kepala Kortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto menjelaskan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari penyidikan gabungan.

"Polri dalam hal ini Kortas Tipidkor Polri terus melaksanakan upaya penegakan hukum terhadap perkara yang menjadi atensi Bapak Presiden Republik Indonesia," kata Totok.

Ia juga menambahkan:

"Diantaranya, salah satu proses penyidikan, kita saat ini melaksanakan penggeledahan di beberapa tempat," ujarnya.

Baca Juga: Merugikan Mesir di Piala Dunia 2026, Ini Deretan Keputusan Kontroversial Wasit Francois Letexier, Pernah Usir Shin Tae-yong

Rumah Febrie Pernah Dijaga Ketat Sejak Kasus Penguntitan

Pengamanan terhadap kediaman Febrie Adriansyah sebenarnya bukan kali pertama dilakukan.

Sebelumnya, rumah tersebut juga mendapat pengawalan ketat setelah insiden dugaan penguntitan terhadap Febrie pada Mei 2024 yang melibatkan seorang anggota Densus 88.

Sejak peristiwa itu, pengamanan oleh personel TNI disebut terus dilakukan.

Pada Agustus 2025, rumah tersebut juga sempat menjadi sasaran penggeledahan oleh penyidik Polda Metro Jaya dalam perkara berbeda. Namun upaya tersebut tidak terlaksana setelah personel TNI yang berjaga tidak mengizinkan tim penyidik memasuki area rumah.

Kini, jumlah aparat yang berjaga disebut lebih banyak dibanding sebelumnya dengan penjagaan dilakukan di hampir seluruh akses menuju kediaman Jampidsus.

Polisi Masih Dalami Dugaan Keterlibatan Penyelenggara Negara

Polda Metro Jaya menyatakan penyidikan masih terus berjalan dan belum seluruh informasi dapat disampaikan kepada publik.

Penyidik mengungkap adanya dugaan keterlibatan penyelenggara negara dalam perkara yang sedang diusut. Namun identitas pihak yang dimaksud masih dirahasiakan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya menyebut rincian lebih lanjut akan disampaikan setelah seluruh proses penggeledahan dan inventarisasi barang bukti selesai dilakukan.

Sementara itu, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang mengaitkan secara langsung pengamanan ketat di rumah Febrie Adriansyah dengan rangkaian penggeledahan yang dilakukan aparat kepolisian di berbagai lokasi tersebut. (LZ)

Editor : Laila Zakiya
#Febrie Adriansyah #tppu #jampidsus