Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Biodata Nyimas Laula, Viral Tegur Pria di Gym Bali Pakai Kata Kasar Sampai Dikecam Netizen, Akun Instagram Kini Hilang

Didi Agung Eko Purnomo • Senin, 6 Juli 2026 | 16:15 WIB
Nyimas Laula yang lagi viral.
Nyimas Laula yang lagi viral.

SOLOBALAPAN, VIRAL — Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh draf rekaman video yang memicu pro dan kontra masif di kalangan warganet.

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada sosok Nyimas Laula, seorang fotografer profesional Indonesia dengan reputasi internasional, menyusul insiden adu mulut yang terjadi di sebuah area pusat kebugaran (gym) di Bali.

Buntut dari viralnya video tersebut, gelombang kritik dari netizen langsung membanjiri lini masa.

Di tengah derasnya sorotan publik, akun Instagram resmi milik kontributor media asing terkemuka tersebut dengan nama pengguna @nyimaslaula terpantau mendadak hilang dan tidak lagi dapat ditemukan melalui fitur pencarian.

 Hingga saat ini, belum ada draf kepastian apakah akun tersebut dinonaktifkan sementara, dihapus permanen, atau sekadar berganti nama.

Baca Juga: Viral Bripda Nopandri Ditemukan Tewas di Sungai Katingan Usai Gerebek Bandar Sabu, Bareskrim Polri Buru Pelaku

Alasan Keamanan 'Olympic Weightlifting' vs Cara Penyampaian

Prahara ini bermula ketika sebuah video amatir memperlihatkan Nyimas Laula sedang memarahi seorang pria dengan menggunakan kata-kata kasar di area angkat beban.

Menyadari draf videonya menuai kecaman, Nyimas langsung bergerak memberikan draf klarifikasi resmi melalui akun Threads pribadinya.

Nyimas menjelaskan bahwa luapan emosinya dipicu oleh tindakan pria tersebut yang berulang kali berjalan melintas di area draf platform khusus saat dirinya tengah menjalani sesi latihan berat, Olympic weightlifting.

Alasan Keamanan di Area Gym: Nyimas menegaskan bahwa draf platform tersebut merupakan zona steril yang dirancang khusus untuk keselamatan atlet saat melakukan percobaan Personal Record (PR).

Berjalan melintas di dekat seseorang yang sedang mengangkat beban ekstrem sangat berbahaya karena berpotensi memicu kecelakaan fatal bagi kedua belah pihak jika draf beban tersebut gagal diangkat atau terjatuh.

Meski sebagian warganet memahami argumen Nyimas dari aspek standar keselamatan gym, cara penyampaiannya yang dinilai meledak-ledak dan menggunakan diksi tidak pantas tetap draf menjadi sasaran empuk kritik netizen.

 Sementara itu, pihak pria yang berada di dalam video tersebut masih memilih bungkam.

Tabel Biodata, Portofolio Jurnalistik, dan Prestasi Nyimas Laula

Di balik pusaran kontroversi draf ruang digital ini, Nyimas Laula sebenarnya merupakan figur jurnalis foto yang memiliki rekam jejak mentereng di kancah global sejak merintis karier pada tahun 2015.

Berikut adalah resume draf pencapaiannya:

Aspek Portofolio Fokus Isu & Karya Dokumenter Daftar Media Dunia & Klien Resmi
Fokus Utama Isu Lingkungan Hidup dan Hak Asasi Manusia (HAM). The New York Times, The Wall Street Journal, National Geographic.
Liputan Krusial

• Kedatangan Pengungsi Rohingya di Aceh (2015)


• Kebakaran Hutan Hebat Indonesia (Greenpeace)


• Investigasi Pencemaran Plastik di Bali (2019).

Reuters, Bloomberg, Vogue, The Washington Post Magazine, DER SPIEGEL.
Pameran Global Proyek Dokumenter bertajuk "INSIDE". Photoville (New York), Hong Kong Press Club, Jamii Esplanade (Toronto).
Penghargaan (Awards)

SOPA Awards 2024 (Award of Excellence in Journalistic Innovation) lewat proyek Beneath The Sands


• Nominasi The Webby Awards 2022 kategori Unscripted Documentary.

Klien Korporasi & NGO: Greenpeace Indonesia, Kopernik, GirlGaze, Samsung, Clinique, Dove.

Kiprah Internasional yang Menyuarakan Krisis Sosial

Berdasarkan draf informasi dari laman pribadinya, Nyimas tidak hanya piawai menangkap momen lewat lensa, melainkan juga aktif bertindak sebagai sutradara.

Pada tahun 2021, ia sukses menakhodai sebuah serial dokumenter emosional yang mengupas tuntas mengenai draf dampak hantaman pandemi Covid-19 terhadap kelangsungan hidup komunitas petani gula kelapa di wilayah Jawa Tengah.

Eksistensi karyanya yang kerap nangkring di media-media besar seperti VICE News hingga DIE ZEIT menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu jurnalis foto perempuan Indonesia yang diperhitungkan di tingkat global.

Fenomena ini menjadi pengingat penting bagi publik bahwa di era digital saat ini, reputasi profesional yang dibangun bertahun-tahun di dunia nyata bisa dengan mudah teruji dalam hitungan jam akibat draf dinamika etika komunikasi di media sosial.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Nyimas Laula #viral #netizen #instagram #gym