Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Klarifikasi Paola Serena soal Pria Berkebaya di Malam 1 Suro Pura Mangkunegaran Jadi Sorotan, Kini Minta Maaf

Laila Zakiya • Jumat, 19 Juni 2026 | 15:21 WIB
Sosok influencer pria (tengah) nekat pakai kebaya saat kirab Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran, Solo. (Threads)
Sosok influencer pria (tengah) nekat pakai kebaya saat kirab Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran, Solo. (Threads)

 

SOLOBALAPAN.COM — Kehebohan mengenai pelanggaran pakem busana adat Jawa dalam ritual sakral Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Kota Solo memasuki babak baru.

Setelah memicu gelombang kemarahan warga Solo dan netizen lintas platform, influencer Paola Serena akhirnya kembali buka suara.

Alih-alih meredakan situasi, pernyataan terbaru dari sang selebgram justru memicu polemik baru setelah pihak internal istana Pura Mangkunegaran merilis pengumuman resmi yang mematahkan argumen sang artis.

Baca Juga: Kronologi Mahasiswa UMY Ciduk Intel Polda DIY: Rektorat Tegaskan Larangan Intel Berkeliaran

Klaim Kantongi Izin, Paola Serena Enggan Sebut Nama

Geger foto pria berkebaya lengkap dengan sanggul di acara Kirab Malam 1 Suro Puro Mangkunegaran dari unggahan Paola Serena.

Gegara unggahan tersebut, menuai perdebatan sengit di kalangan netizen. Hal ini karena acara sakral dan di momen tersebut membuat aturan busana adat.

Dalam pembelaan terbarunya, Paola Serena berkukuh bahwa sahabat prianya—yang nekat memakai kebaya dan konde perempuan—bisa masuk ke area ritual karena sudah merasa mengantongi izin operasional.

Namun, ia memilih bungkam dan menolak membeberkan siapa oknum dalam istana yang membolehkan tindakan janggal tersebut.

"I want to clarify is that one, bukan aku yang meminta izin. Yang kedua, pertanyaan soal siapa yang memberikan izin, aku merasa aku enggak punya hak untuk bilang karena menurut aku bukan ranah aku karena yang meminta izin pun bukan aku orangnya," kata Paola, dikutip pada Jumat, 19 Juni 2026.

Lebih lanjut, mantan bintang sinetron remaja ini mengaku dirinya hanya menelan informasi mentah-mentah dari rombongannya saat berada di lokasi.

"Urusan perizinan ini bukan aku orangnya Kenapa aku bisa bilang ini sudah diizinkan karena aku taunya begitu," katanya.

Ia juga menambahkan bahwa secara logika, tidak mungkin sahabatnya bisa melenggang masuk tanpa adanya lampu hijau dari barisan penjaga.

"Siapa yang memberi izin siapa yang minta izin ini bukan ranah aku. Kalau nggak dikasih izin ya mana bisa gitu kan," katanya.

Baca Juga: SPG di Solo Diduga Jadi Korban Perekaman Bawah Rok, Kasus Resmi Dilaporkan ke Polisi

Gusti Sura Skakmat Klaim Selebgram: Tidak Ada Perlakuan Khusus!

Pernyataan Paola Serena yang melempar bola liar mengenai adanya "orang dalam" yang memberi izin langsung dibantah keras oleh trah sekaten Pura Mangkunegaran.

Pihak panitia inti menyatakan tidak pernah mengeluarkan aturan diskriminatif atau dispensasi longgar bagi tamu pesohor ibukota.

Pada Kamis, 18 Juni 2026, melalui Threads pribadinya, Ketua Panitia Penyelenggara 1 Suro Be 1960 Mangkunegaran GRAj, Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura membantah telah memberikan izin penggunaan kebaya bagi peserta pria.

Ia menegaskan dalam rilis tersebut bahwa Puro Mangkunegaran tidak pernah memberikan perlakuan khusus kepada siapapun.

"Mangkunegaran telah mengeluarkan panduan ageman untuk ritual adat 1 Sura, panitia penyelenggara 1 Sura BE 1960 tidak pernah memberikan izin, dispensasi, ataupun perlakuan khusus kepada pihak mana pun," begitu bunyi Threads yang ditulis oleh Gusti Sura pada Kamis, 18 Juni 2026.

Padahal, ketentuan busana yang telah ditetapkan oleh panitia acara ia harus menggunakan beskap dan keris. Ketentuan ketat ini wajib dipatuhi karena Kirab Malam 1 Suro sendiri merupakan ritual sakral yang menandai pergantian tahun dalam kalender Jawa, di mana setiap detail, termasuk busana, memiliki makna filosofis dan historis yang mendalam.

Melalui Threads pribadinya, Gusti Sura juga berharap bahwa peringatan Malam 1 Suro bisa menjadi bagian dari kehidupan bersama serta memperkuat hubungan masyarakat dengan nilai-nilai budaya.

"Semoga semangat refleksi, ketertiban, dan saling menghormati yang hadir dalam peringatan Malam 1 Sura Be 1960 dapat terus menjadi bagian dari kehidupan bersama serta memperkuat hubungan masyarakat dengan nilai-nilai budaya yang diwariskan lintas generasi," tandasnya.

Baca Juga: Kronologi Mahasiswa UMY Ciduk Intel Polda DIY: Rektorat Tegaskan Larangan Intel Berkeliaran

Akhir Polemik: Paola Serena Sampaikan Permintaan Maaf Resmi

Menyadari situasi di Kota Solo kian memanas akibat benturan klaim tersebut, Paola Serena akhirnya memilih melunak. Kejadian terjadi pada Selasa, 16 Juni 2026, saat tradisi 1 Sura Be 1960 Mangkunegaran berlangsung dan menjadi sorotan utama publik.

Melalui sebuah unggahan video klarifikasi, Paola lantas meminta maaf atas unggahan yang ia tampilkan membuat gaduh.

"Tapi dengan video ini aku tetep ingin meminta maaf sebesar-besarnya karena menimbulkan kegaduhan atas apa yang aku posting," pungkasnya. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#Paola Serena #viral #mangkunegaran #solo