SOLOBALAPAN, NASIONAL — Tragedi memilukan yang merenggut nyawa satu keluarga di kawasan wisata glamping (glamour camping) Kabupaten Temanggung perlahan mulai menemukan titik terang terkait identitas para korbannya.
Satu keluarga yang terdiri dari empat orang tersebut diketahui merupakan warga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Salah satu korban yang meninggal dunia dalam insiden nahas tersebut diketahui bernama Bagas Amar Hakiki. Berdasarkan penelusuran digital, sosok Bagas rupanya memiliki ketertarikan besar di dunia fotografi.
Jejak Digital dan Kenangan Karya Fotografi Bagas
Semasa hidupnya, Bagas cukup aktif dan kerap membagikan karya-karya fotografinya melalui akun Instagram pribadinya, @bagasamar.
Melalui lensa kameranya, ia banyak mengabadikan berbagai momen indah dan potret humanis yang kini menjadi kenangan manis bagi orang-orang terdekatnya.
Kepergian Bagas yang mendadak bersama tiga anggota keluarganya yang lain menyisakan duka mendalam.
Usai kabar tragis ini mencuat ke publik, akun Instagram @bagasamar terpantau langsung dibanjiri komentar belasungkawa dari warganet.
Kolom komentar pada unggahan-unggahan terakhir Bagas kini dipenuhi oleh doa-doa baik, simpati, serta ucapan duka cita, baik dari orang-orang yang mengenalnya secara personal semasa hidup maupun dari masyarakat umum yang bersimpati atas musibah tersebut.
Kilas Balik Tragedi Glamping Temanggung
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, insiden tewasnya empat nyawa sekaligus di dalam tenda penginapan ini pertama kali diketahui oleh petugas wisata yang curiga lantaran tidak ada respons dari dalam tenda saat korban dipanggil.
Hingga saat ini, pihak kepolisian setempat masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab utama kematian satu keluarga tersebut.
Terdapat dua dugaan awal yang menjadi fokus pemeriksaan petugas berwajib:
-
Dugaan Menghirup Gas Beracun: Korban diduga kuat keracunan akibat menghirup gas Karbon Monoksida (CO) yang bocor atau menumpuk dari pembakaran kompor gas portabel (portable) di dalam tenda yang tertutup rapat.
-
Dugaan Keracunan Makanan: Petugas juga telah mengamankan dan membawa sampel sisa makanan korban ke laboratorium untuk diteliti lebih lanjut mengenai kemungkinan adanya kandungan zat berbahaya atau bakteri mematikan.
Kasus yang menimpa keluarga Bagas Amar Hakiki ini menjadi peringatan keras bagi para pengelola wisata maupun wisatawan untuk senantiasa memperhatikan sirkulasi udara dan standar keselamatan saat menggunakan alat masak portabel di area tertutup.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo