SOLOBALAPAN.COM - Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' viral di media sosial. Netizen ramai membagikan konten dengan lagu tersebut di media sosial seperti Instagram dan TikTok.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, turut mengomentari lagu yang menghebohkan jagat maya tersebut.
Respons Bahlil terekam dalam video yang diunggah Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.
Saat ditanya Rafi Ahmad, Ketua Umum Partai Golkar itu justru tampak semringah. Bahlil menegaskan, lagu tersebut viral secara alami, dan ia sendiri sama sekali tidak tahu-menahu siapa pembuatnya.
Saking viralnya lagu tersebut, Bahlil bercerita kalau dirinya sampai sering diledek oleh anaknya sendiri setiap pagi sebagai “Bapak MBG”! Rasa penasaran Bahlil memuncak hingga dirinya berencana mengundang sang komposer anonim tersebut.
"Adinda, saya akan minta tolong untuk saya mengundang kalau yang bersangkutan berkenan, saya akan mengundang untukmu berbincang-bincang sekaligus makan," ucap Bahlil.
Jadi Bahan Candaan Keluarga Saat Ibadah
Bahlil mengaku lagu tersebut sudah didengar olehnya serta keluarganya. Anak-anak Bahlil bahkan turut terhibur dengan lagu tersebut. Momen kocak ini bahkan terus membayangi dirinya saat sedang menjalankan kegiatan keagamaan di tanah suci.
"Karena penasaran juga saya. Saya lagi ibadah umroh, tapi setiap pagi bangun anak saya aja ketawain saya," Bahlil menuturkan.
Raffi Ahmad kemudian menimpali bahwa anaknya, Rafathar, juga turut mendengarkan lagu tersebut. Keduanya kemudian melakukan panggilan video bersama Rafathar untuk membicarakan kehebohan lagu "MBG".
Bahlil mengaku tidak tahu terkait lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng'. Menurutnya, hal itu alami dari kreativitas masyarakat yang berkembang di era digital saat ini.
Pesan Bijak Bahlil Soal Kreativitas Media Sosial
Sebagai pejabat publik, Bahlil menyadari bahwa segala bentuk viralitas adalah bagian dari konsekuensi jabatan yang harus diterimanya secara lapang dada.
"Ya risiko jadi pejabat publik harus menerima semuanya [jika viral]," pungkas Bahlil.
Meski sangat mendukung penuh kebebasan berekspresi dan kreativitas anak muda zaman sekarang, mantan Kepala BKPM ini tetap menyelipkan sebuah pesan bijak bagi para netizen dalam memproduksi konten di media sosial agar tetap menjaga persatuan bangsa.
"Saya menghargai kreativitas orang-orang, anak muda sekarang. Cuma, satu aja saran saya. Di era demokrasi media sosial ini penting, namun kalau boleh juga kita gunakan dengan terukur. Contoh, jangan sampai masuk [isu] SARA," kata Bahlil.
Menurutnya, jika sudah sampai masuk isu SARA, tidak baik bagi solidaritas sesama anak bangsa. Ia menekankan pentingnya mendukung kreativitas, asalkan masih dalam kerangka yang benar. Kini, sang menteri menantang netizen untuk membantu menemukan sang komposer berbakat tersebut agar bisa diajak makan bersama secara resmi. (lz)