SOLOBALAPAN, NASIONAL — Kontroversi seputar penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tampaknya belum mereda dan terus menjadi sorotan publik.
Usai viral karena insiden perdebatan antara dewan juri dan peserta, kini warganet kembali dihebohkan dengan temuan rincian anggaran penyelenggaraan acara tersebut yang dinilai tidak masuk akal.
Anggaran Fantastis vs Hadiah Peserta
Pasalnya, beredar kabar bahwa ajang kompetisi edukasi tingkat nasional ini telah menelan anggaran fantastis senilai Rp30,7 miliar.
Ironisnya, angka puluhan miliar tersebut dinilai sangat timpang (jomplang) dengan nominal uang pembinaan atau apresiasi yang diberikan kepada para pelajar pemenang.
Berdasarkan informasi yang beredar, berikut adalah rincian hadiah yang diterima oleh para juara LCC 4 Pilar:
| Peringkat Juara | Nominal Hadiah |
| Juara Pertama | Rp10.000.000 |
| Juara Kedua | Rp7.500.000 |
| Juara Ketiga | Rp5.000.000 |
"Ini Lomba atau Proyek?"
Isu ketimpangan alokasi anggaran ini kembali mencuat ke permukaan usai diunggah oleh akun edukasi Instagram @_thinksmart.id pada Kamis (21/5/2026).
Dalam unggahannya, dibahas bagaimana masyarakat luas mempertanyakan besarnya biaya operasional penyelenggaraan yang digelontorkan pemerintah, namun sama sekali tidak berbanding lurus dengan apresiasi hadiah bagi pesertanya.
Perbandingan ekstrem tersebut memicu beragam reaksi keras. Bahkan, muncul berbagai narasi dan komentar bernada satire dari publik yang mempertanyakan, "Ini lomba atau proyek?"
Tragedi viralnya video juri LCC yang dinilai kurang teliti beberapa waktu lalu rupanya justru membuka kotak pandora terkait transparansi dana. Ratusan netizen pun membanjiri kolom komentar dengan nada sinis:
-
@visitime: "Gara-gara juri yang gak cemat jadi kebongkar deh anggarannya."
-
@yanasuhendar: "Kalau diajakin tanding ulang jangan mau. Bisa jadi 60 M anggarannya."
-
@dheris0991: "Cerdas cermat saja dikorupsi, kalah cerdasnya sama barisan koruptor."
Kejanggalan alokasi dana LCC 4 Pilar ini terus bergulir liar di berbagai platform media sosial, memantik desakan publik agar pihak panitia penyelenggara segera memberikan transparansi dan membuka rincian pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran senilai Rp30,7 miliar tersebut.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo