Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

4 Fungsi Planogram Seni Menata Rak Ritel yang Bikin Kopdes Merah Putih Kalah Estetik dari Warung Madura, Kini jadi Sorotan Warganet

Didi Agung Eko Purnomo • Rabu, 20 Mei 2026 | 20:45 WIB
Viral Display Produk Koperasi Desa Merah Putih Dikritik Netizen, Ini Pentingnya Aturan Planogram Bagi Toko.
Viral Display Produk Koperasi Desa Merah Putih Dikritik Netizen, Ini Pentingnya Aturan Planogram Bagi Toko.

SOLOBALAPAN, SOSIAL MEDIA — Gelombang kritik pasca-kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, Nganjuk, tampaknya belum surut.

Setelah sebelumnya viral akibat dugaan manipulasi label harga gas LPG 3 kg, kini giliran estetika interior dan tata letak (display) produk di dalam koperasi tersebut yang panen cibiran dari warganet.

Berawal dari unggahan akun X (Twitter) @txtdrkuliner, potret deretan rak minimarket Kopdes Merah Putih viral di linimasa lantaran dianggap mengabaikan kaidah standar retail modern, salah satunya adalah Planogram.

Viral Dinilai Mirip Toko Palsu Korea Utara

Kritik tajam dari netizen mencuat setelah foto-foto isi etalase koperasi dibagikan ke publik. Alih-alih terlihat padat dan menarik layaknya minimarket pada umumnya, penataan barang di Kopdes Merah Putih dinilai sangat janggal.

Baca Juga: Kopdes Merah Putih Pajang Gas Melon Rp16 Ribu Saat Dikunjungi Prabowo, Warganet Protes: Asal Bapak Senang

Satu baris rak berukuran besar kedapatan hanya diisi oleh satu jenis atau satu merek produk saja dalam jumlah sedikit.

 Akibatnya, banyak ruang kosong menganga di sana-sini yang membuat toko terkesan sepi stok. Penampakan estetik yang dipaksakan ini pun ramai dibanding-bandingkan netizen dengan kerapian Warung Madura yang legendaris.

"Kenapa vibes-nya jadi kayak toko palsu di Korut (Korea Utara) sih? Mendingan Warung Madura," sindir akun @VALU****.

"Lebih menarik Warung Madura, kelihatan padat dan banyak stok," sahut akun @myun*****.

Apa Itu Planogram?

Di balik ramainya perbandingan tersebut, istilah Planogram mendadak menjadi kata kunci yang banyak dicari.

Dalam industri ritel profesional, Planogram adalah sebuah diagram, skema, atau cetak biru visual yang memetakan secara mendetail di mana dan bagaimana setiap produk harus diletakkan di atas rak pajangan toko.

Metode ilmiah ini dirancang bukan sekadar agar barang terlihat rapi, melainkan memiliki fungsi strategis komersial yang sangat besar.

4 Fungsi Utama Penerapan Planogram di Toko Ritel:

  1. Memaksimalkan Angka Penjualan (Visual Merchandising): Produk yang menargetkan anak-anak biasanya diletakkan sejajar dengan tinggi mata anak, sementara produk terlaris (fast-moving) ditaruh di titik yang paling mudah dijangkau.

  2. Memudahkan Pengalaman Belanja Konsumen: Mengelompokkan barang berdasarkan kategori yang saling berhubungan (misalnya saus diletakkan berdekatan dengan mi instan) agar konsumen tidak bingung mencari barang.

  3. Efisiensi Ruang dan Manajemen Stok: Memastikan dimensi panjang dan lebar rak terisi secara proporsional. Ruang kosong berlebih akan memberikan kesan psikologis kepada konsumen bahwa toko tersebut tidak laku atau bangkrut.

  4. Konsistensi Identitas Toko: Membantu jaringan ritel agar memiliki tata letak yang seragam di cabang mana pun konsumen berkunjung.

Kasus kosongnya rak di Kopdes Merah Putih menjadi bukti nyata bahwa meski modal bangunan dan rak yang digunakan sudah menyerupai minimarket modern, tanpa adanya pelatihan pemetaan produk (Planogram) yang matang bagi para staf, toko akan kehilangan daya tarik visualnya di mata calon pembeli.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Kopdes Merah Putih #Planogram #Warung Madura #ritel