SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Misteri nasib Andika Bagas Dwi Prasetyo, pemuda asal Kabupaten Sragen yang sempat viral karena mengaku terancam nyawanya di Taiwan, perlahan mulai menemukan titik terang.
Setelah video pengakuannya menghebohkan media sosial, kini Andika dikabarkan telah diamankan di shelter resmi Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei.
Baca Juga: Laga Hidup Mati Persis Solo vs Persebaya: Berjuang Lepas dari Jurang Degradasi di Stadion Manahan
Kabar tersebut menjadi angin lega bagi keluarga maupun warga Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Sragen, yang sebelumnya dibuat cemas dengan kondisi Andika dalam video yang beredar luas.
Dalam rekaman itu, pemuda tersebut tampak ketakutan dan berbicara tidak stabil sambil mengaku diburu kelompok tertentu terkait persoalan narkoba.
Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, membenarkan bahwa Andika merupakan warganya. Ia adalah putra Ngadiman, warga Dukuh Butuh RT 12, Desa Dawung.
“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga kemarin. Proses koordinasi juga dikawal oleh bayan setempat untuk memastikan informasi yang diterima keluarga akurat,” ujar Aris Sudaryanto saat dikonfirmasi.
Menurut pemerintah desa, Andika telah bekerja di Taiwan selama kurang lebih dua tahun di sebuah pabrik. Keluarganya juga tidak asing dengan dunia pekerja migran karena kakak kandung Andika diketahui turut bekerja di Taiwan.
Aris menyebut pihak keluarga kini telah menerima informasi langsung terkait kondisi terbaru Andika.
Berdasarkan kabar yang diterima, pemuda tersebut saat ini berada dalam perlindungan shelter KDEI Taipei dan tengah diproses untuk dipulangkan ke Indonesia.
“Kabar yang masuk ke keluarga, sementara ini Andika sudah berada di shelter Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei. Informasinya memang akan segera dipulangkan,” imbuhnya.
Meski kondisi Andika mulai terpantau, sejumlah pertanyaan terkait status keberangkatannya masih menjadi perhatian.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sragen, Rina Wijaya, mengungkapkan pihaknya masih melakukan penelusuran terkait jalur keberangkatan Andika ke Taiwan, termasuk legalitas perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) yang memberangkatkannya.
Baca Juga: Energi “Satu Jiwa” ala Souljah, Cara Asyik Menikmati Hidup Tanpa Perlu Ribet
Penelusuran itu dilakukan karena dalam video viral sebelumnya muncul dugaan bahwa Andika sempat menjadi pekerja migran informal atau pekerja “kaburan”, status yang kerap membuat pekerja rentan menghadapi persoalan hukum maupun eksploitasi di luar negeri.
“Terkait lewat penyalur tenaga kerja mana, ini masih kami konfirmasi lebih lanjut. Kami terus berkoordinasi untuk memastikan proses kepulangannya berjalan lancar,” terang Rina Wijaya.
Kasus ini kembali membuka sorotan mengenai perlindungan pekerja migran Indonesia di luar negeri, terutama mereka yang berangkat melalui jalur tidak resmi atau kehilangan status legal selama bekerja.
Di sisi lain, kondisi psikis Andika juga menjadi perhatian serius setelah video yang beredar memperlihatkan dirinya dalam keadaan tertekan dan ketakutan.
Dengan keberadaan Andika yang kini sudah berada di bawah perlindungan KDEI Taipei, keluarga berharap proses pemulangan dapat segera terealisasi agar pemuda tersebut bisa mendapatkan pendampingan dan pemulihan kondisi mental setibanya di kampung halaman. (din/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto