SOLOBALAPAN, SURABAYA — Nama Rico Leonard Susanto mendadak menjadi pusat perhatian publik setelah videonya saat berinteraksi dengan YouTuber asal Kanada, KShowtime (Kevon Watt), viral di media sosial.
Insiden yang terjadi dalam event streetball di Surabaya tersebut memicu kemarahan netizen karena adanya dugaan ucapan bernuansa rasis.
Meski sempat memanas, perselisihan di lapangan basket tersebut berakhir dengan momen edukatif yang tak terduga.
Kronologi Insiden di Park Takeover Surabaya
Peristiwa ini bermula pada 1 Mei 2026 dalam acara streetball bertajuk Park Takeover di Surabaya.
Baca Juga: Siapa K Showtime? YouTuber Kanada yang Jadi Korban Rasisme Saat Berkunjung ke Surabaya
Saat itu, KShowtime sedang meladeni tantangan duel satu lawan satu (one-on-one). Rico, yang menjadi lawan mainnya, melontarkan kata "monkey" (monyet) yang ditujukan kepada Kevon Watt.
Kevon yang mendengar hal itu langsung memberikan teguran keras di lokasi.
Alih-alih terpancing emosi fisik, KShowtime membuktikan kelasnya dengan mendominasi permainan dan mengalahkan Rico dengan skor telak di hadapan ratusan penonton.
Permintaan Maaf dan Momen "Kalung Perdamaian"
Setelah pertandingan usai, suasana sempat tegang saat KShowtime membuka dialog terbuka.
Rico akhirnya mengakui kesalahannya dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung di tengah lapangan. Ia mengaku menyesal dan menyadari bahwa ucapannya sangat tidak pantas.
Menariknya, KShowtime menunjukkan jiwa besar dengan memberikan edukasi tentang dampak rasisme bagi citra Indonesia di mata dunia.
Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian Rico mengakui kesalahan, KShowtime justru:
-
Memberikan Hadiah: Memberikan sebuah kalung sebagai simbol agar Rico belajar dari kejadian tersebut.
-
Berpelukan: Keduanya berpelukan di tengah lapangan sebagai tanda masalah telah selesai.
-
Pesan Positif: Menekankan bahwa setiap individu berhak atas kesempatan kedua untuk belajar menjadi lebih baik.
Profil Rico Leonard Susanto: Anak Siapa?
Seiring viralnya video tersebut, banyak warganet yang mencoba menelusuri latar belakang Rico.
Berikut adalah beberapa informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber di media sosial:
-
Identitas: Dikenal sebagai seorang pelajar yang berdomisili di Surabaya.
-
Keluarga: Informasi mengenai orang tua Rico masih bersifat simpang siur dan belum dikonfirmasi secara resmi. Namun, santer beredar di media sosial bahwa ayahnya bernama Susanto dan ibunya bernama Xaveyurica Chandra.
-
Status Sosmed: Pasca kejadian, banyak muncul akun palsu yang mengatasnamakan Rico. Publik diimbau untuk waspada terhadap upaya doxing atau penyebaran data pribadi yang belum tervalidasi.
Pembelajaran bagi Publik
Kasus Rico Leonard Susanto ini menjadi pengingat penting bagi generasi muda tentang etika berkomunikasi, terutama terhadap warga negara asing.
Meskipun awalnya dimulai dari tindakan rasis yang dikecam, cara KShowtime merespons dengan pendekatan edukatif memberikan contoh bahwa dialog dan keberanian meminta maaf adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan konflik.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo