SOLOBALAPAN, NASIONAL — Di balik kehadiran armada taksi listrik Green SM yang kini tengah menjadi sorotan di Indonesia, terdapat sosok pengusaha jenius asal Vietnam bernama Pham Nhat Vuong.
Ia bukan sekadar pebisnis biasa, melainkan orang terkaya di Vietnam dengan kekayaan bersih mencapai 25,7 miliar dolar AS.
Melalui payung besar Vingroup, Pham Nhat Vuong telah membangun ekosistem kendaraan listrik (EV) yang terintegrasi, mulai dari produsen mobil VinFast, penyedia pengisian daya V-Green, hingga layanan transportasi Green SM.
Profil Pham Nhat Vuong: Berawal dari Mi Instan
Kisah sukses Pham dimulai dengan cara yang unik. Pada tahun 1993, ia merintis bisnis mi instan di Ukraina. Bisnis tersebut sukses besar hingga akhirnya ia jual kepada raksasa makanan Nestle pada tahun 2010.
Modal dari penjualan itulah yang ia bawa pulang ke Vietnam untuk membangun Vingroup menjadi konglomerasi terdiversifikasi di bidang real estat, kesehatan, pendidikan, hingga teknologi.
Ekspansi Besar di Indonesia dan Pabrik Subang
Indonesia menjadi pasar strategis utama bagi Pham Nhat Vuong. Melalui VinFast, ia telah mengambil langkah-langkah besar, di antaranya:
-
Investasi 1 Miliar Dolar AS: Komitmen untuk meningkatkan kapasitas produksi di Indonesia guna menjadikan negara ini sebagai pusat ekosistem EV di Asia Tenggara.
-
Pabrik Subang: Membangun pabrik seluas 171 hektare di Subang, Jawa Barat, yang diproyeksikan mampu memproduksi 350.000 unit EV per tahun pada kapasitas penuh.
-
Lapangan Kerja: Proyek ini ditargetkan menyerap hingga 15.000 tenaga kerja lokal dengan target kandungan lokal mencapai 80 persen pada tahun 2030.
Green SM: Mempercepat Adopsi Listrik di Tanah Air
Layanan taksi Green SM diperkenalkan di Indonesia sebagai strategi untuk mempercepat penggunaan armada listrik VinFast.
Meskipun di pasar global VinFast masih bersaing ketat dengan raksasa China seperti BYD, kehadiran Green SM memberikan sentuhan pengalaman langsung bagi masyarakat Indonesia untuk menggunakan mobil listrik dalam mobilitas harian.
Respon Green SM Terhadap Tragedi Bekasi
Meski tengah gencar melakukan ekspansi, salah satu armada taksi Green SM dilaporkan terlibat dalam kecelakaan tragis di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026).
Menanggapi hal tersebut, manajemen Green SM Indonesia secara resmi telah menyampaikan duka cita mendalam.
"Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga para korban. Kami berkomitmen mendukung penuh investigasi yang tengah dilakukan otoritas terkait demi transparansi dan keselamatan masyarakat," tulis pernyataan resmi perusahaan pada Selasa (28/4/2026).
Hingga kini, pihak manajemen terus berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti gangguan elektrik yang dialami unit armadanya di perlintasan rel tersebut.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo