Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Jangan Sembarangan Share! Geger Video Penggerebekan Daycare Diduga Oknum Penganiayaan Anak di Jogja Tersebar, Wajah Bocah Tak Bersalah Harusnya Dilindungi

Laila Zakiya • Selasa, 28 April 2026 | 09:24 WIB
Police line masih terpasang di Daycare Little Aresha tadi malam (Jumat 24 April 2026). (Rizky Wahyu Arya Hutama/Radar Jogja)
Police line masih terpasang di Daycare Little Aresha tadi malam (Jumat 24 April 2026). (Rizky Wahyu Arya Hutama/Radar Jogja)

 

YOGYAKARTA, SOLO BALAPAN – Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, kembali menjadi sorotan publik.

Bukan hanya soal proses hukum yang kini berjalan, tetapi juga beredarnya video penggerebekan di media sosial yang menampilkan wajah anak-anak diduga korban.

Di tengah perhatian besar masyarakat terhadap kasus ini, muncul seruan dari salah satu pihak orang tua agar publik tidak sembarangan menyebarluaskan video tersebut.

Mereka menilai anak-anak yang muncul di rekaman itu berhak mendapat perlindungan privasi.

Dalam unggahan yang beredar, tertulis:

Saat ini beredar video penggerebekan kasus daycare di Yogyakarta. Di dalam video itu terlihat jelas wajah anak-anak.”

Unggahan tersebut menegaskan bahwa bagi sebagian orang, video itu mungkin sekadar konten yang diteruskan di grup percakapan. Namun bagi keluarga korban, penyebaran ulang justru menambah luka batin.

Bagi sebagian orang mungkin itu hanya video yang dibagikan di grup. Tapi bagi kami para orang tua, setiap kali video itu tersebar, rasanya seperti luka yang dibuka kembali.”

Seruan itu juga menekankan bahwa anak-anak yang terekam dalam video bukan sekadar objek pemberitaan, melainkan korban yang masih kecil dan harus dijaga masa depannya.

Anak-anak di video itu adalah korban. Mereka masih sangat kecil dan berhak atas privasi serta masa depan tanpa bayang-bayang video yang terus beredar di internet.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Naik? PASPI Ungkap Lonjakan Harga Plastik Jadi Pemicu Utama Selain Konflik Dunia

Kementerian PPPA Soroti Dugaan Kekerasan Anak di Jogja

Di sisi lain, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, turut angkat bicara mengenai kasus tersebut.

Ia menyebut dugaan kekerasan terhadap anak sebagai persoalan serius dan bentuk pelanggaran hak asasi manusia.

"Kekerasan yang terjadi di salah satu daycare di Yogyakarta adalah bentuk pelanggaran HAM. Kami mendukung penuh langkah hukum yang saat ini tengah ditegakkan oleh pihak kepolisian," kata Arifah Fauzi di Surabaya, Senin (27/4/2026).

Pemerintah, kata dia, juga memprioritaskan pemulihan kondisi psikologis korban yang disebut mengalami trauma akibat dugaan perlakuan tidak manusiawi.

"Fokus kami saat ini adalah perlindungan dan pemulihan psikologis korban. Kami juga akan memperkuat koordinasi dengan lembaga terkait untuk memperketat pengawasan terhadap tempat penitipan anak," sambungnya.

Baca Juga: Daftar Harga Daycare Little Aresha yang Viral usai Lakukan Kekerasan, Tarif Murah tapi Tanpa Akses CCTV

Polisi Turun Tangan, Kasus Gegerkan Jogja

Kasus ini mencuat setelah aparat kepolisian melakukan penggerebekan di lokasi daycare kawasan Umbulharjo.

Warga sekitar mengaku terkejut karena selama ini aktivitas tempat penitipan anak tersebut tampak normal dari luar.

"Ya ramai, enggak ada apa-apa. Cuma penjemputan, pengantaran saja," ujar F, salah satu warga sekitar.

Namun, sejumlah orang tua mulai menyampaikan dugaan kejanggalan. Salah satunya mengaku pernah melihat lebam pada tubuh anaknya.

"Pernah ada lebam di lutut kanan. Waktu itu saya pikir karena jatuh atau terdorong temannya," beber Aldewa.

Baca Juga: Remaja Wonogiri Ditemukan Meninggal, Warga Terkejut dengan Kepergiannya

Publik Diingatkan Tidak Ikut Menyebarkan Video

Kasus ini memang menyita perhatian masyarakat luas. Namun di tengah tingginya rasa ingin tahu publik, perlindungan identitas anak menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

Dalam unggahan yang beredar, keluarga korban meminta masyarakat menghentikan penyebaran video penggerebekan tersebut.

Kami memohon dengan sangat: Tolong jangan menyebarkan video tersebut. Jika Anda menerimanya, mohon untuk tidak meneruskan dan segera menghapusnya.

Mereka juga menambahkan:

Cara paling sederhana untuk membantu kami dan melindungi anak-anak ini adalah: jangan share videonya, dan hapus jika Anda memilikinya.”

Kasus Little Aresha kini masih dalam penanganan pihak berwenang.

Sementara itu, publik diingatkan bahwa dukungan kepada korban tidak selalu lewat membagikan video, melainkan dengan menjaga martabat dan privasi anak-anak yang terdampak. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#Umbulharjo #Little Aresha #penganiayaan anak #daycare #jogja