Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

2 Pelaku Penikaman Nus Kei di Bandara Blak-blakan Ungkap Alasan Habisi Nyawa Ketua DPD Golkar Malut

Laila Zakiya • Senin, 20 April 2026 | 13:55 WIB
Nus Kei. (Kaltim Pos)
Nus Kei. (Kaltim Pos)

SOLOBALAPAN.COM - Kasus penikaman yang menewaskan Agrapinus Rumatora alias Nus Kei akhirnya mulai terungkap.

Dua pelaku berinisial HR (28) dan FU (36) blak-blakan menyampaikan alasan di balik aksi yang menewaskan Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian, keduanya mengaku nekat menyerang Nus Kei karena menyimpan dendam lama terkait kematian saudara mereka.

Pelaku Akui Motif Balas Dendam

Polda Maluku menyebut pengakuan kedua tersangka mengarah pada motif balas dendam.

"Motif pelaku adalah balas dendam. Kedua pelaku dendam karena korban Nus Kei adalah otak di balik pembunuhan saudara kedua pelaku atas nama Fenansius Wadanubun alias Dani Holat," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rositah Umasugi, Senin (20/4/2026).

Keterangan serupa juga disampaikan kembali dalam pemeriksaan lanjutan.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Buku yang Bisa Meningkatkan Self Awareness terhadap Maraknya Kasus Kekerasan Seksual

Tuding Nus Kei Terlibat Kasus Kematian Tahun 2020

Menurut pengakuan tersangka, dendam itu bermula dari peristiwa pada 2020 di kawasan Bekasi, Jawa Barat.

"Kedua pelaku dendam karena korban Nus Kei adalah otak dibalik pembunuhan saudara kedua pelaku atas nama Fenansius Wadanubun alias Dani Holat," terangnya.

Polisi juga mengungkap lokasi kejadian yang dimaksud para pelaku.

"Yang terjadi pada tahun 2020 di Jakarta, samping Apartemen Metro Galaxy, Kalimalang, Bekasi," katanya.

Dalam keterangan lain, polisi kembali menegaskan hal serupa.

"Yang terjadi pada tahun 2020 di Jakarta samping Apartemen Kalimalang, Bekasi," tambahnya kemudian.

Baca Juga: Mengenal Sejarah dan Estetika Tari Adaninggar Kelaswara, Mahakarya Seni Gaya Surakarta

Pelaku dan Korban Saling Mengenal

Fakta lain yang terungkap, hubungan antara pelaku dan korban bukan orang asing.

Polisi menyebut keduanya saling mengenal dengan Nus Kei.

“Iya (mereka saling mengenal),” ungkapnya.

Hal itu memperkuat dugaan bahwa penikaman di bandara merupakan aksi yang sudah dilandasi persoalan lama.

Kronologi Penikaman di Bandara

Insiden maut tersebut terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun, Kecamatan Kei Kecil, Minggu (19/4) sekitar pukul 11.25 WIT.

Saat itu Nus Kei baru saja tiba usai penerbangan dari Jakarta.

"Terjadinya tindak pidana penikaman yang mengakibatkan meninggalnya Ketua DPC Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei," terang Rositah.

Menurut polisi, serangan dilakukan secara tiba-tiba menggunakan senjata tajam.

"Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau. Terduga pelaku langsung melarikan diri usai kejadian," paparnya.

Baca Juga: Bukan Kisah Kekuasaan Firaun, Lee Cronin Mengubah Mumi Mesir Menjadi Kutukan yang Meneror Keluarga di Amerika

Sempat Dirawat, Nyawa Tak Tertolong

Usai penikaman, korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk mendapat pertolongan medis.

Namun luka yang dialami terlalu parah.

"Sempat dirawat di RS, namun tim medis menyatakan korban meninggal dunia karena luka yang dialami," pungkasnya.

Saat ini dua pelaku telah diamankan dan menjalani proses hukum. Polisi masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk kebenaran tudingan para tersangka terkait peristiwa lama yang disebut menjadi alasan utama aksi penikaman Nus Kei. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#Nus Kei #dendam #golkar #penikaman