SOLOBALAPAN.COM - Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan munculnya dugaan kasus pelecehan seksual yang menyeret nama seorang guru besar di Universitas Padjadjaran (UNPAD).
Kasus ini ramai dibicarakan setelah tangkapan layar percakapan pribadi yang diduga bernuansa tidak pantas tersebar luas di platform Threads dan X.
Sorotan publik semakin besar karena sosok yang disebut dalam unggahan tersebut diduga merupakan guru besar yang baru saja dilantik.
Nama yang ramai diperbincangkan warganet adalah Prof. H. Iyus Yosep, S.KP., M.SI., M.Sc., Ph.D.
Baca Juga: Inovasi Menu MBG, Ribuan Penerima Dapat Tongseng Domba di Polokarto
BEM UNPAD Akhirnya Buka Suara
Menyusul viralnya tuduhan tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Padjadjaran mengeluarkan pernyataan resmi.
Dalam unggahan yang beredar pada 15 April 2026, BEM menyebut telah bergerak mengawal kasus bersama sejumlah pihak terkait.
"Kami telah mengetahui adanya laporan yang beredar di media sosial X (twitter) terkait dugaan kekerasan seksual yang melibatkan Prof. H. Iyus Yosep, S.KP., M.SI., M.Sc., Ph.D. Saat ini, BEM KEMA Unpad dan BEM Kema FKep Unpad telah dan akan terus berkoordinasi dengan Satgas PPKS Unpad, Dekanat Fakultas Keperawatan Universitas Padjajaran, dan Rektorat Universitas Padjajaran," tulis dalam keterangan.
Selain itu, BEM juga mengimbau mahasiswa untuk menjaga empati kepada korban, tidak menyebarkan identitas korban, menghindari victim blaming, serta memakai kanal pelaporan resmi kampus.
Isi Chat WhatsApp yang Viral
Kasus ini mencuat setelah akun media sosial mengunggah dugaan percakapan pribadi antara sang profesor dan seorang mahasiswa exchange.
Dalam tangkapan layar tersebut, terlihat permintaan yang dianggap tidak pantas.
"Saya butuh fotmu saat berenang di pantai Phuket. Memakai bikini," tulis dalam pesan yang beredar.
Mahasiswa tersebut kemudian memberikan penolakan.
"Tidak, tidak seorang pun akan pernah melihat foto-foto seperti itu dariku. Tapi aku tidak yakin apakah aku mau minuman itu, itu alkohol," jelasnya.
Namun percakapan berlanjut dengan balasan lain dari pihak yang dituduh.
"Ya, silahkan minum lebih banyak brandy lalu berenang. Ini malah Sabtu, lebih baik bersenang-senang, semua tugas akademik yang stres akan hilang. Minta bantuan untuk mengambil foto, kirimkan kepadaku. Aku akan senang malam ini," jawabnya.
Di percakapan berbeda, kembali muncul pesan lanjutan.
"Hi, aku rindu kamu, gimana kabarnya. Aku masih menunggu style bikinimu (maksudnya foto pakai bikini)," tulisnya.
Warganet Ramai Cari Sosok Terduga
Setelah isi chat tersebut tersebar, nama guru besar yang diduga terlibat langsung ramai dicari publik.
Banyak warganet mengaku terkejut lantaran kasus ini muncul di tengah sorotan terhadap sejumlah dugaan pelecehan di kampus lain.
"Kemarin UI, tadi nemu lagu ITB, terus group chat IPB, ini ada lagi," ujar akun @vieunnaa
"Up terus min, satu-satu pada kebuka semua, ITB udah, IPB udah, sekarang Unpad, masih banyak min semangat," komentar akun @ahmadiirahmat.
"Gak pernah semalu ini jadi anak Unpad, especially Fkep," tambah akun @nadyangrh.
Ada yang Membela, Ada yang Mendesak Tindakan Tegas
Di sisi lain, sebagian pengguna media sosial mempertanyakan konteks tangkapan layar yang dianggap belum utuh.
Namun banyak juga yang menilai isi percakapan tersebut sudah cukup menunjukkan perilaku tidak etis antara dosen dan mahasiswa.
"Nah dibanding 16 orang mahasiswa UI yang tidak melecehkan secara langsung korbannya namun melalui percakapan bernuansa asusila ini, prof ini lebih mengkhawatirkan. Harusnya ditindak tegas," tandas akun @lawyermikelkelvin.
Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi terkait dugaan kasus tersebut. Namun publik menanti langkah tegas dari pihak kampus dan Satgas PPKS agar penanganan berjalan transparan dan berpihak pada korban.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa dugaan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi terus menjadi perhatian serius masyarakat. (lz)
Editor : Laila Zakiya