Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Buntut Joget di Ruang Operasi, Perawat RSUD Datu Beru Resmi Dinonaktifkan!

Damianus Bram • Sabtu, 4 April 2026 | 17:35 WIB
Permintaan maaf nakes yang viral joget-joget di ruang operasi RSUD Datu Beru, Kabupaten Aceh Tengah. (Foto : Humas RSUD Datu Beru)
Permintaan maaf nakes yang viral joget-joget di ruang operasi RSUD Datu Beru, Kabupaten Aceh Tengah. (Foto : Humas RSUD Datu Beru)

SOLOBALAPAN.COM – Karier Riga Septian Bahri, perawat di RSUD Datu Beru Aceh Tengah, kini berada di ujung tanduk.

Usai videonya yang asyik berjoget di dalam ruang operasi viral dan memicu kemarahan publik, pihak rumah sakit mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan yang bersangkutan dari seluruh layanan bedah.

Insiden memprihatinkan ini terungkap setelah video unggahannya memperlihatkan aksi joget di depan kamera saat tim medis lain sedang sibuk menangani pasien di meja operasi.

Baca Juga: Viral Koboi Jalanan! Innova vs Livina Saling Senggol di Tol Tanjung Priok, Pengemudi Cekcok Rebut Kunci

Ditarik dari Layanan Bedah

Manajemen RSUD Datu Beru tidak main-main dalam menyikapi pelanggaran etika ini.

Kepala Humas RSUD Datu Beru, Himawan, menegaskan bahwa Riga telah ditarik dari posisinya sebagai perawat bagian bedah.

“Yang bersangkutan sudah dinonaktifkan serta ditarik dari layanan bedah. Kami sangat menyayangkan aksi tersebut terjadi saat dokter sedang melakukan operasi pasien,” ujar Himawan, Sabtu (4/4/2026).

Baca Juga: Konten di Atas Nyawa? Viral Nakes Joget di Ruang Operasi RSUD Datu Beru, Direktur: Langsung Lapor BKPSDM!

Status PPPK Terancam

Karena statusnya sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), proses pembinaan dan sanksi lanjutan Riga kini diserahkan sepenuhnya kepada BKPSDM Kabupaten Aceh Tengah.

Ia kini tidak lagi aktif bekerja di rumah sakit dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan badan kepegawaian.

Bandel! Sudah Sering Diperingatkan

Investasi internal mengungkap fakta mengejutkan. Ternyata, Riga sudah berulang kali diperingatkan oleh pihak rumah sakit agar tidak membawa ponsel, apalagi merekam video di area bedah yang seharusnya steril dan penuh privasi.

Namun, peringatan tersebut diabaikan, sehingga video joget Riga saat operasi berlangsung menjadi viral.  

Meski Direktur RSUD Datu Beru, dr. Gusnarwin, menyebut operasi tetap berjalan sesuai prosedur, tindakan Riga dinilai telah merusak citra profesi kesehatan secara nasional.

Permintaan Maaf Riga: 'Hanya Spontanitas'

Melalui sebuah video klarifikasi, Riga menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada masyarakat dan pihak rumah sakit.

Ia berdalih aksinya tersebut murni spontanitas tanpa maksud menyindir pihak manapun.

“Saya minta maaf sebesar-besarnya. Dari hati kecil saya paling dalam, saya berjanji tidak mengulanginya lagi,” ucap Riga dalam video permintaan maafnya.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh tenaga kesehatan bahwa ruang operasi adalah tempat sakral perjuangan hidup mati pasien, bukan panggung untuk mencari atensi di dunia maya. (dam)

Editor : Damianus Bram
#RSUD Datu Beru #ruang operasi #perawat #joget