Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Resmi Dipangkas Jadi 5 Hari Seminggu, Pemerintah Hemat Anggaran Rp20 Triliun!

Didi Agung Eko Purnomo • Rabu, 1 April 2026 | 17:37 WIB
Pemerintah Kota Surakarta akan memperketat pemantauan suplai bahan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Solo.
Pemerintah Kota Surakarta akan memperketat pemantauan suplai bahan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Solo.

 

SOLOBALAPAN, JAKARTA - Pemerintah Republik Indonesia resmi mengumumkan langkah optimalisasi pada salah satu program prioritas nasional, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mulai April 2026, frekuensi distribusi makan siang gratis yang sebelumnya dilakukan enam hari dalam sepekan, kini dipangkas menjadi lima hari dalam sepekan.

Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari strategi besar efisiensi anggaran negara di tengah dinamika ekonomi global.

Alasan Pemangkasan dan Target Efisiensi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa perubahan jadwal ini merupakan langkah taktis untuk menjaga keberlanjutan fiskal tanpa menghilangkan esensi dari program pemenuhan gizi nasional.

Baca Juga: Siapa Hendrik Irawan? Viral Usai Joget Insentif MBG, Akui Belum Balik Modal Usai Bangun Dapur Rp3,5 Miliar

Dengan mengurangi satu hari distribusi, pemerintah memproyeksikan penghematan yang cukup signifikan.

“Pemerintah mendorong optimalisasi daripada program Makan Bergizi Gratis. Program ini diarahkan untuk penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu. Potensi penghematan dari kegiatan ini mencapai Rp20 triliun,” ujar Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).

Pengecualian untuk Wilayah Rentan dan Sekolah Berasrama

Meski secara nasional dipangkas menjadi lima hari (Senin-Jumat), pemerintah memberikan pengecualian khusus bagi kelompok masyarakat yang memiliki kebutuhan gizi lebih mendesak.

Kelompok ini akan tetap menerima manfaat MBG selama enam hari dalam sepekan (Senin-Sabtu).

Kelompok yang Tetap Menerima MBG 6 Hari Seminggu:

Sinkronisasi dengan Budaya Kerja Baru

Kebijakan ini juga diselaraskan dengan transformasi budaya kerja nasional dan penghematan energi yang mulai diterapkan pemerintah per 1 April 2026.

 Hal ini berkaitan dengan rencana penerapan Work From Home (WFH) bagi ASN dan sektor swasta yang juga bertujuan menekan pengeluaran operasional negara.

Data Capaian Program MBG (Hingga Maret 2026):

Kategori Data Statistik
Total Penerima Manfaat > 60 Juta Orang
Profil Penerima Anak Sekolah, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Lansia
Frekuensi Baru 5 Hari Seminggu (Senin-Jumat)
Estimasi Penghematan Rp 20 Triliun

Pemerintah optimistis bahwa dengan manajemen anggaran yang lebih efisien, kualitas gizi yang diberikan dalam setiap porsi makan tidak akan berkurang.

 Langkah ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara komitmen kemanusiaan untuk memberantas gizi buruk dengan kesehatan finansial negara di masa krisis energi global. (did) 

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#hemat anggaran #program Makan Bergizi Gratis #Mbg #pemerintah