SOLOBALAPAN, BOGOR - Inovasi bahan bakar nabati asli Indonesia bermerek Bobibos kini tengah menjadi sorotan dunia.
BBM yang terbuat dari olahan limbah jerami padi ini dikabarkan menarik minat serius dari mancanegara, termasuk Timor Leste hingga Norwegia.
Di tengah ancaman krisis energi global akibat eskalasi perang di Iran, Bobibos muncul sebagai alternatif energi terbarukan yang menjanjikan efisiensi tinggi bagi beban anggaran negara.
Kebanggaan Universitas Djuanda (Unida)
Inisiator sekaligus periset utama di balik "Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos" (Bobibos) adalah Mulyadi, yang merupakan dosen pengajar di Universitas Djuanda, Ciawi, Bogor.
Prestasi ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Umum Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia Unida, Uman Suherman.
"Pak Mulyadi, selaku inisiator periset dan Komisaris Utama PT Inti Sinergi Formula yang punya hak paten Bobibos, juga merupakan dosen di kami. Tentu ini menjadi kebanggaan," ujar Uman seusai acara halalbihalal di Universitas Djuanda, Bogor, Senin (30/3/2026).
Timor Leste Siap Meluncurkan Lebih Dulu?
Uman Suherman mengungkapkan kekhawatirannya jika pemerintah pusat tidak segera merespons inovasi ini.
Pasalnya, negara tetangga seperti Timor Leste disebut-sebut sudah bersiap untuk meluncurkan Bobibos sebagai bahan bakar resmi di sana.
"Ini bukti Unida memiliki putra terbaik dengan prestasi tingkat nasional bahkan Asia Tenggara. Sebab itu, kami berharap pemerintah Indonesia juga akan me-launching Bobibos sebagai bahan bakar resmi di negara kita," tutur Uman menekankan pentingnya dukungan regulasi dari pemerintah pusat.
Potensi Hemat Anggaran: Harga Rp7.000 Per Liter
Mulyadi selaku pemegang hak paten membenarkan bahwa proses produksi kini sedang dijajal di Timor Leste dan Norwegia
.
Ia berharap pemerintah Indonesia memberikan kemudahan regulasi seperti yang telah ditunjukkan oleh pemerintah Timor Leste.
Dengan luas lahan sawah di Indonesia yang mencapai lebih dari 7,4 juta hektare, ketersediaan bahan baku jerami sangat melimpah.
Menurut hitung-hitungan Mulyadi, pemanfaatan Bobibos secara masal dapat menekan ketergantungan pada impor minyak mentah.
Keunggulan BBM Nabati Bobibos:
-
Bahan Baku: Berbasis nabati dari limbah jerami padi (melimpah di Indonesia).
-
Estimasi Harga: Dapat ditebus masyarakat sekitar Rp7.000 per liter.
-
Dampak Fiskal: Mengurangi beban anggaran negara untuk pembelian minyak mentah dunia.
-
Status Paten: Dimiliki oleh PT Inti Sinergi Formula.
Mulyadi mengaku telah melakukan audiensi dengan beberapa petinggi negara untuk mendorong percepatan izin dan regulasi.
Kehadiran Bobibos diharapkan menjadi jawaban atas dinamika harga BBM nonsubsidi yang terus melonjak akibat krisis geopolitik internasional. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo