SOLOBALAPAN.COM – Aksi arogan kembali mencoreng citra pengguna jalan raya.
Kali ini, seorang penumpang Bus Apoorva tertangkap kamera melakukan aksi pemukulan terhadap sopir bus lain di kawasan Cilegon, Sabtu (28/3/2026) pagi sekitar pukul 07.49 WIB.
Video insiden tersebut mendadak viral setelah diunggah oleh akun Instagram @dylanalfarezel20.
Mirisnya, meski pihak kru bus sudah mencoba berdamai, sang penumpang yang menjadi pelaku utama pemukulan justru dilaporkan kabur dan tidak bertanggung jawab.
Kronologi: Gagal Nyalip Berujung Main Pukul
Berdasarkan keterangan pengunggah video, keributan ini dipicu oleh perselisihan taktik berkendara di jalan.
Bus yang ditumpangi pelaku mencoba menyalip dari sisi kiri namun gagal. Tak terima, bus tersebut kemudian memotong jalan dan memaksa bus korban untuk berhenti mendadak.
Di tengah situasi yang memanas itulah, seorang penumpang dari Bus Apoorva turun dan langsung melayangkan bogem mentah ke arah sopir bus korban.
Pelaku Mangkir dari Janji Mediasi
Pihak operasional bus sebenarnya sudah menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.
Mediasi antar-kru bus sudah dilakukan dan dinyatakan selesai (clear). Namun, masalah besar muncul dari sisi penumpang yang melakukan pemukulan.
"Sopir dan kru sudah ada itikad baik dan melakukan mediasi, berdamai dan clear. Tetapi dari penumpang yang memukul sopir kabur dan tidak ada itikad baik," tulis akun tersebut, dikutip Senin (30/3/2026).
Pelaku sempat menjanjikan pertemuan untuk mediasi secara langsung. Namun, saat pihak korban sudah tiba di lokasi yang ditentukan, sang pelaku justru tidak menampakkan batang hidungnya alias "PHP".
Identitas Pelaku Diduga Warga Tangsel
Hingga saat ini, pihak korban masih terus menunggu pertanggungjawaban. Berdasarkan informasi sementara, pria yang melakukan aksi pukul tersebut diduga berasal dari wilayah Ciater, Tangerang Selatan (Tangsel).
Netizen yang geram pun langsung menyerbu kolom komentar dan mendesak pihak kepolisian untuk segera turun tangan.
"TANGKAP PENUMPANGNYA YANG PEMUKULAN," tulis akun @gilang_ps96 dengan nada emosi.
Pihak pengunggah sengaja tetap memajang video bukti pemukulan tersebut sebagai bentuk protes keras karena hingga Senin (30/3/2026) ini, belum ada tanda-tanda itikad baik dari sang pelaku untuk meminta maaf atau bertanggung jawab atas aksinya. (dam)
Editor : Damianus Bram