SOLOBALAPAN.COM — Jagat media sosial sempat dihebohkan oleh aksi seorang mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjoget sambil memamerkan penghasilan hingga Rp6 juta per hari.
Video tersebut viral dan menuai kecaman keras dari warganet karena dinilai tidak etis.
Pria dalam video tersebut diketahui bernama Hendrik Irawan, seorang mitra asal Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.
Dalam rekaman yang beredar, Hendrik tampak asyik berjoget di dalam dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saat aktivitas pengemasan makanan sedang berlangsung.
Klarifikasi Rp6 Juta: Bukan Uang Makanan Anak-anak
Aksi pamer keuntungan harian tersebut memicu persepsi negatif bahwa mitra mengambil untung besar dari jatah makan anak-anak.
Menyadari kegaduhan yang ditimbulkan, Hendrik akhirnya muncul ke publik untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, termasuk kepada Presiden Prabowo Subianto.
Hendrik menegaskan tidak ada niat untuk merendahkan program pemerintah. Ia juga meluruskan asal-usul angka Rp6 juta yang sempat ia pamerkan.
“Tidak ada tujuan melecehkan program Bapak Presiden. Saya mohon maaf kepada masyarakat. Uang itu bukan dari dana makanan anak-anak, melainkan insentif sebagai mitra karena saya membangun dapur secara mandiri tanpa dana pemerintah,” ujarnya dalam video klarifikasi, dikutip Sabtu (28/3/2026).
Kena Teguran Keras Badan Gizi Nasional (BGN)
Aksi "flexing" di area dapur pelayanan publik ini tak pelak mengundang perhatian serius dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Pihak BGN dilaporkan telah memberikan teguran keras dan pembinaan kepada Hendrik agar kejadian serupa tidak terulang.
BGN menekankan bahwa setiap mitra harus menjaga sikap profesional dan etika, mengingat program MBG dibiayai oleh uang negara dan bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat luas.
Pelajaran Etika di Ruang Digital
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi para pelaku usaha maupun mitra pemerintah untuk lebih bijak dalam membuat konten di media sosial.
Transparansi dan sikap rendah hati menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program-program strategis pemerintah. (dam)
Editor : Damianus Bram