SOLOBALAPAN.COM – Sebuah kisah inspiratif datang dari Muhammad Suryo, pemilik PT Gisara Tantra Berkarya yang menaungi merek rokok HS.
Usai melewati cobaan berat berupa kecelakaan maut yang merenggut nyawa istrinya, Suryo memilih bangkit dengan cara menebar kebaikan masif bagi ratusan karyawannya.
Keputusan ini diambil sebagai bentuk rasa syukur dan amal jariyah setelah dirinya berhasil melewati masa kritis di rumah sakit pasca-kecelakaan di Kulon Progo, Yogyakarta.
Umrah Gratis untuk 150 Karyawan: Bentuk Syukur dan Doa
Dalam pertemuan emosional di pabrik rokok HS yang berlokasi di Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, Suryo mengumumkan akan memberangkatkan 150 karyawannya untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci.
Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan kuota rutin tahun-tahun sebelumnya.
"Ini bentuk syukur saya dan rasa terima kasih atas doa dan dukungan dari panjenengan semua. Kalian adalah penyemangat yang membuat saya tegar menghadapi cobaan ini. Saya minta terus doakan istri saya (Anis Syarifah) semoga husnul khotimah," ucap Suryo dengan nada haru di hadapan karyawannya, dikutip dari JawaPos.com, Sabtu (28/3/2026).
Komitmen untuk Difabel: Mess Khusus dan Lowongan Tanpa Syarat
Tak hanya umrah gratis, Muhammad Suryo juga menunjukkan kepedulian tinggi terhadap karyawan penyandang disabilitas.
Menyadari banyak pegawainya yang berasal dari luar daerah seperti Temanggung dan Yogyakarta, ia memutuskan untuk membangun mess khusus disabilitas.
Saat ini, terdapat 21 karyawan disabilitas yang telah bergabung. Menariknya, pabrik HS menegaskan komitmennya untuk terus membuka pintu bagi penyandang disabilitas di seluruh Indonesia tanpa persyaratan yang menyulitkan.
"Ayo kawan-kawan disabilitas di seluruh Indonesia, bergabung bersama kami. Semua bisa bekerja di sini tanpa ada syarat apapun," pungkas Suryo.
Isak Tangis dan Bahagia Para Karyawan
Kembalinya sang pimpinan ke pabrik disambut isak tangis bahagia. Sundari (63), salah satu karyawan, mengaku lemas saat mendengar kabar kecelakaan yang menimpa bosnya tersebut.
"Alhamdulillah hari ini Pak Suryo sudah sehat dan kembali bersama kami," ungkapnya.
Senada dengan Sundari, Tika (35), karyawan disabilitas asal Temanggung, merasa sangat terbantu dengan kesempatan kerja yang diberikan oleh Suryo.
Bagi warga sekitar Magelang dan Muntilan, kehadiran pabrik rokok HS bukan sekadar tempat bekerja, melainkan tumpuan hidup yang memberikan harapan baru bagi mereka yang sebelumnya sulit mendapatkan penghasilan tetap. (dam)
Editor : Damianus Bram