SOLOBALAPAN.COM - Fenomena viral di media sosial kembali menyeret nama Hanania Group, biro travel umrah yang kini menjadi sorotan publik.
Perbincangan memanas di platform Threads setelah sejumlah jemaah mengaku mengalami ketidakjelasan terkait jadwal keberangkatan hingga H-10.
Isu ini tidak hanya memicu kekhawatiran calon jemaah, tetapi juga membuat publik ramai mencari tahu siapa sosok di balik perusahaan travel tersebut.
Keluhan Jemaah Viral di Threads
Gelombang keluhan jemaah mencuat di media sosial, khususnya Threads.
Banyak pengguna mengaku bingung dan cemas karena belum mendapatkan kepastian keberangkatan maupun skema pengembalian dana.
Salah satu unggahan yang ramai diperbincangkan datang dari akun Threads berikut:
"HANANIA KENAPA SIH Aku sama suami baru mau pertama kali umroh kenapa cobaannya begini yaa. Ya Allah udah ditahap pasrah dan bingung mau refund atau tetep on schedule.
Please lah owner nongol beri kepastian dan rasa aman buat jamaah2 km, aku udah cape bgt baca threads orang2 yg komplen,"
Keluhan tersebut menjadi representasi keresahan banyak jemaah lain yang mengalami situasi serupa.
Kronologi: Dari Pendaftaran Hingga Penundaan H-10
Kasus ini bermula dari pendaftaran jemaah pada awal tahun 2026.
Salah satu kronologi yang viral di media sosial mengungkap perjalanan panjang sebelum akhirnya terjadi penundaan.
“29 Januari 2026 mendaftar lewat travel umroh Hanania dengan program Umroh Syawal Dubai dan Al Ula,”
Awalnya, program umrah disebut tetap berjalan sesuai jadwal meski situasi global sempat memanas.
“1 Maret 2026 konflik timur tengah memanas, jamaah menanyakan kabar melalui grup, pihak travel menjawab program umroh masih on schedule.”
Namun, komunikasi yang dinilai tidak konsisten mulai menjadi sorotan.
“Masih menunggu issued dari wholesale mereka dan masih on schedule,”
Puncak polemik terjadi saat keputusan penundaan diumumkan mendadak.
“Pihak travel menunda keberangkatan jamaah umroh pada H-10, diberi pilihan reschedule atau refund,”
Keputusan tersebut memicu kebingungan, terlebih bagi jemaah yang telah mempersiapkan perjalanan jauh-jauh hari.
Polemik Refund dan Penalti Jemaah
Tak hanya soal penundaan, isu lain yang mencuat adalah terkait mekanisme refund dan potongan biaya.
“Terdapat tabel nominal penalti yang merupakan uang yang tidak kembali dan nominal refund adalah uang yang dikembalikan.”
Ketiadaan penjelasan rinci membuat sebagian jemaah merasa dirugikan. Bahkan, diskusi internal jemaah disebut sempat mengalami kendala komunikasi.
“Gila banget kita lagi diskusi terkait uang jamaah langsung di-end meeting... benar-benar tidak punya adab.”
Keluhan lain juga menyebut adanya pembatalan mendadak menjelang keberangkatan.
“H- beberapa jam sebelum berangkat tiba-tiba dapat info tiket gagal issued.”
Siapa Pemilik Hanania Group?
Di tengah polemik yang berkembang, publik mulai menyoroti sosok pemilik Hanania Group.
Perusahaan travel ini diketahui dimiliki oleh pasangan suami istri:
* Fitriatun Nisa Bahri sebagai Komisaris Utama
* Ahmad Farhan sebagai Direktur Utama (CEO)
Keduanya dikenal mengembangkan bisnis travel umrah dengan pendekatan modern yang menyasar segmen milenial.
Salah satu inovasi yang diusung adalah sistem kemitraan bernama Teras Hanania, yang memungkinkan masyarakat—termasuk ibu rumah tangga—menjadi agen travel dari rumah.
Model Bisnis dan Program Unggulan
Hanania Group dikenal menawarkan berbagai paket umrah dengan konsep “umrah plus” yang dikombinasikan dengan destinasi wisata internasional.
Beberapa program yang ditawarkan antara lain:
* Umrah Dubai
* Umrah Turki
* Paket kombinasi destinasi lain
Selain itu, perusahaan juga menyediakan pelatihan dan sistem pemasaran bagi mitra untuk memperluas jaringan bisnis. (lz)
Editor : Laila Zakiya