SOLOBALAPAN, SURABAYA - Dampak ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran mulai merembet ke kebijakan domestik di Indonesia.
Menanggapi potensi krisis energi global dan kenaikan harga minyak, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN mulai 1 April 2026.
Namun, rencana ini mendapat reaksi keras dari kalangan pendidik.
Para guru ASN di Jatim secara tegas menyatakan kekhawatirannya jika kebijakan penghematan BBM ini justru mengorbankan kualitas pendidikan siswa.
Kekhawatiran Penurunan Kualitas dan Kenakalan Remaja
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Aries Agung Paewai, mengungkapkan hasil rapat koordinasi dengan kepala sekolah se-Jatim menunjukkan penolakan terhadap sistem WFH bagi tenaga pendidik.
Trauma masa pandemi Covid-19 menjadi alasan utama, di mana sistem daring dinilai memicu penurunan kualitas belajar dan peningkatan angka kenakalan remaja.
Menurut Aries, keberadaan siswa di sekolah selama setengah hari sangat krusial untuk pengawasan.
Jika guru dipaksa WFH dan pembelajaran kembali daring, dikhawatirkan anak-anak kehilangan figur pengawas karena orang tua mereka juga harus bekerja.
"Kami merasakan betul di waktu Covid, loss learning-nya panjang. Belajar mereka bisa terhenti," ujar Aries di Surabaya, Rabu (25/3/2026).
Usulan Jadwal Acak dan Jaminan Mendikdasmen
Sebagai jalan tengah, Kadispendik Jatim mengusulkan agar jika WFH tetap harus dilaksanakan, jadwalnya tidak dipatok pada hari Jumat secara serentak.
Ia menyarankan agar hari WFH diacak dalam sepekan (Senin hingga Rabu) guna meminimalisir dampak terputusnya proses belajar mengajar secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti membawa kabar melegakan bagi orang tua siswa.
Ia menegaskan bahwa kebijakan WFH bagi ASN tidak akan mengubah status pembelajaran siswa.
Sekolah dipastikan tetap menggelar tatap muka (luring) secara normal setelah libur Lebaran 2026.
Data ASN dan Rencana WFH Pemprov Jatim
| Sektor | Jumlah ASN Jatim | Status WFH (Rencana) |
| Total ASN Pemprov | 81.700 Orang | Bergiliran/Sesuai Formulasi |
| Tenaga Pendidikan | Mayoritas Menolak | Masih dalam Tahap Pembahasan |
| Tenaga Kesehatan | Wajib Lapangan | Tetap WFO (Tatap Muka) |
| Sektor Kebencanaan | Wajib Lapangan | Tetap WFO (Tatap Muka) |
Hingga saat ini, formulasi teknis mengenai bagaimana guru ASN di Jawa Timur akan berkontribusi dalam penghematan energi tanpa meninggalkan ruang kelas masih digodok oleh Pemprov Jatim.
Fokus utama pemerintah adalah menjaga stabilitas cadangan energi nasional tanpa mengganggu sektor pelayanan publik yang bersifat vital. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo