Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Tak Terima Disinggung Menkeu Purbaya, Dwi Sasetyaningtyas Masih Nggak Ngerasa Bersalah?

Laila Zakiya • Sabtu, 7 Maret 2026 | 10:40 WIB

Salah satu unggahan lawas Dwi Sasetyaningtyas saat kritik Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa di Instagramnya.
Salah satu unggahan lawas Dwi Sasetyaningtyas saat kritik Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa di Instagramnya.

SOLOBALAPAN.COM - Nama alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas kembali menjadi sorotan publik.

Setelah polemik soal pernyataannya mengenai status kewarganegaraan anaknya sempat mereda, kini perdebatan kembali memanas setelah ia merespons pernyataan yang dikaitkan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Respons Tyas terhadap unggahan di media sosial justru memicu reaksi baru dari warganet yang menilai sikapnya semakin memperkeruh situasi.

Awal Polemik Status WNA Anak

Kontroversi bermula dari video yang diunggah Tyas di media sosial yang menampilkan dokumen resmi dari otoritas Inggris terkait status kewarganegaraan anak keduanya.

Dalam video tersebut, Tyas menyampaikan pernyataan yang kemudian viral dan menuai kritik publik.

I know the world seems unfair. Tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ujar Dwi Sasetyaningtyas dalam video tersebut.

Pernyataan itu memancing reaksi beragam dari warganet.

Sebagian pihak mempertanyakan etika penyampaian pesan tersebut, mengingat Tyas merupakan alumni penerima beasiswa LPDP yang berasal dari dana publik.

Tyas Beri Klarifikasi

Menanggapi gelombang kritik, Tyas kemudian memberikan klarifikasi melalui unggahannya di media sosial.

"Melalui post ini, izinkan saya menjawab dan meluruskan segelintir asumsi dan fitnah yang beredar: Aku lulus kuliah di BELANDA tahun 2017

Selama 6 tahun (2017-2023) aku menetap di Indonesia untuk memenuhi kewajiban sebagai penerima beasiswa & berkontribusi kembali untuk Indonesia -- dan masih berlangsung hingga hari ini

Pindah ke Inggris BUKAN untuk sekolah, melainkan menunaikan kewajiban sebagai Istri," kata Dwi Sasetyaningtyas dalam keterangannya.

Ia juga menegaskan bahwa sebagai warga negara, dirinya memiliki hak untuk mengkritik pemerintah.

"Negara gak ngasih ke saya, saya bayar pajak juga. Lagian paspor WNI emang lemah karena apa ? Diplomasi pemerintah. Jadi ini kritik buat pemerintah. Sampe sini gak paham juga?" kata Tyas saat membalas sebuah komentar.

Menurutnya, kritik terhadap kebijakan pemerintah justru merupakan bagian dari kontribusi kepada masyarakat.

"Penerima beasiswa dengan uang rakyat sudah SEHARUSNYA melontarkan kritik ke kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat sebagai timbal balik/kontribusi terhadap rakyat," sambungnya.

Ia pun menjelaskan bahwa pernyataannya tentang kewarganegaraan anak merupakan bentuk kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah.

"Ungkapan "cukup aku saja yang WNI, anak aku jangan" adalah bentuk kekecewaan, kemarahan, kekesalan terhadap kebijakan Pemerintah Indonesia Saya menolak tuduhan/asumsi/fitnah yang beredar, tapi saya sadar itu semua diluar kuasa saya. Mohon maaf lahir batin, Selamat menunaikan ibadah puasa ya warga!" tandasnya.

Respons Mahfud MD

Polemik ini bahkan menarik perhatian sejumlah tokoh nasional, salah satunya mantan Menko Polhukam Mahfud MD.

Ia memberikan kritik sekaligus nasihat kepada Tyas terkait pernyataannya.

"Mbak Tyas saya marah pada Anda, menghina republik ini tapi saya juga paham bahwa apa yang Anda katakan itu, karena fakta yang sering mengecewakan di tempat kita ini. Tapi cintalah pada negeri ini. Anda bisa sekolah karena Indonesia merdeka, karena punya sumber daya yang bagus," ujar Mahfud.

Mahfud juga mengaku memahami kegundahan yang dirasakan Tyas, namun menekankan pentingnya tetap mencintai Indonesia.

"Saya juga mengalami hal yang sama, kalau indonesia tidak merdeka tidak ada semaju ini kita. Tetapi kita jangan diam untuk selalu melakukan kebaikan dan melakukan perbaikan dengan tetap cinta kepada indonesia," lanjutnya.

Tyas Meradang Usai Dikaitkan dengan Pernyataan Purbaya

Setelah polemik sempat mereda, nama Tyas kembali mencuat ketika ia menanggapi sebuah unggahan di TikTok yang mengutip pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

"Purbaya: uang itu dari pajak dan utang negara yang kita sisihkan, malah dipakai untuk menghina negara, iziiin," kata seorang pengguna TikTok, yang mengutip omongan Purbaya untuk menyindir Dwi Sasetyaningtyas.

Menanggapi unggahan tersebut, Tyas terlihat geram dan menuding adanya fitnah terhadap dirinya.

"Bagian mana gue pakai uang pajak dan menguntungkan pribadi? Kalau gak ada bukti namanya fitnah. Udah gue data orang-orang yang fitnah-fitnah ini mau nama lo gue masukin juga?" geram Dwi Sasetyaningtyas.

Respons tersebut kembali memicu perdebatan di media sosial. Sejumlah warganet menilai sikap Tyas justru memperkeruh polemik yang sebelumnya mulai mereda.

Tak lama setelah itu, Tyas kembali muncul dan menyampaikan permintaan maaf atas sikapnya.

Ia berharap polemik yang terjadi tidak terus berkembang dan bisa segera berakhir. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #lpdp #paspor #Dwi Sasetyaningtyas #wni #wna