SOLOBALAPAN.COM - Kasus pembacokan yang menimpa mahasiswi UIN Suska Riau kembali memantik perhatian publik.
Bukan hanya karena kekerasan brutal yang terjadi di lingkungan kampus, tetapi juga lantaran beredarnya video mesra yang menyeret nama pelaku dan korban.
Isu video syur tanpa sensor pun ramai diperbincangkan warganet, membuat arah kasus ini semakin liar.
Korban diketahui bernama Faradilla Ayu Pramesti (23), sementara pelaku adalah Raihan Mufazzar (22).
Awalnya, peristiwa ini dinarasikan sebagai aksi nekat akibat cinta bertepuk sebelah tangan.
Namun, rangkaian fakta yang terungkap justru menunjukkan relasi keduanya jauh lebih kompleks.
Kedekatan Berawal dari KKN
Hubungan Faradilla dan Raihan diketahui bermula saat keduanya mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di lokasi yang sama.
Interaksi intens selama KKN berlanjut setelah program selesai.
Dalam sejumlah unggahan di media sosial milik Raihan, keduanya terlihat menghabiskan waktu bersama di sebuah ruangan dengan pencahayaan redup sambil bermain gim konsol.
Video lain memperlihatkan momen kebersamaan saat keduanya mengenakan pakaian batik dan berpose berdampingan.
Fakta ini memunculkan dugaan bahwa hubungan mereka tidak sekadar pertemanan biasa.
Hubungan Tanpa Status dan Kecemburuan
Di tengah kedekatan tersebut, Faradilla disebut telah memiliki kekasih lain.
Kondisi inilah yang membuat relasi Faradilla dan Raihan kerap disebut sebagai hubungan tanpa status.
Situasi ini memicu kecemburuan mendalam dari pihak pelaku.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, membenarkan adanya relasi tersebut.
"Bisa dibilang si pelaku ini memiliki harapan atau perasaan lebih terhadap korban, namum korban tidak menanggapinya dengan yang diharapkan sesuai dengan keinginan pelaku," ucap AKP Anggi, dikutip dari TV One, Sabtu (28/2/2026).
"Mungkin bahasa sekarang hubungan tanpa status," sambungnya.
Dalam relasi itu, Raihan merasa telah menjalani hubungan layaknya pasangan kekasih.
"Si pelaku merasa dia ke korban itu sudah seperti layaknya pacaran, namun korban tidak merasakan hal yang sama," jelas AKP Anggi.
"Pelaku menyatakan memang sakit hati saja kepada korban karena menurut pelaku korban menyudahi hubungan yang sudah dijalani beberapa bulan ke belakang," tukasnya kemudian.
Video Mesra Picu Spekulasi
Spekulasi publik semakin liar setelah video mesra keduanya beredar luas.
Dalam salah satu video, Faradilla dan Raihan tampak duduk berdekatan di bean bag dengan penerangan remang-remang.
Raihan beberapa kali terlihat mencium Faradilla, termasuk ciuman mesra, sementara korban tampak nyaman dan tidak menunjukkan penolakan.
Fakta ini memunculkan dugaan bahwa hubungan mereka memang terjalin cukup jauh, meski tidak pernah diakui secara resmi.
Isu video syur pun berkembang di media sosial, meski hingga kini aparat penegak hukum masih fokus pada unsur pidana pembacokan.
Kronologi Pembacokan di Kampus
Peristiwa pembacokan terjadi pada Kamis, 26 Februari 2026, sekitar pukul 07.30 WIB di ruang sidang kampus.
Saat itu, Faradilla tengah bersiap mengikuti ujian akhir. Raihan datang dari Bangkinang dengan membawa dua senjata tajam.
Kapolsek Bina Widya Kompol Nusirwan menjelaskan,
"Pelaku berangkat dari Bangkinang membawa parang dan kampak."
Ia menambahkan,
"Dia ini diduga ingin membunuh korban."
Korban diserang di bagian tangan kiri dan kepala. Dalam kondisi bersimbah darah, Faradilla masih sempat berlari keluar ruangan untuk menyelamatkan diri.
Motif Sakit Hati
Polisi menyebut persoalan asmara menjadi latar belakang utama aksi brutal tersebut.
Faradilla disebut ingin mengakhiri hubungan karena telah memiliki pasangan lain.
"Korban mau memutuskan hubungan karena korban sudah punya pacar lain," ungkap Nusirwan.
Kasus ini kini masih dalam penanganan kepolisian. Aparat terus mendalami motif, termasuk dinamika hubungan antara pelaku dan korban, serta dampak penyebaran video mesra yang terlanjur membentuk opini liar di ruang publik. (lz)
Editor : Laila Zakiya