SOLOBALAPAN.COM, JAKARTA – Jagat media sosial kembali dibuat geger dengan beredarnya potongan informasi terkait Epstein Files atau dokumen skandal Jeffrey Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat.
Kehebohan ini bermula ketika Yudo Sadewa, melalui akun media sosialnya, menyoroti kemunculan inisial "SM" atau nama lengkap Sri Mulyani dalam arsip tersebut.
Yudo Sadewa, yang disebut dalam narasi beredar sebagai putra Purbaya, mengungkapkan keheranannya melihat nama Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia tercantum dalam tumpukan dokumen yang sedang menjadi sorotan global itu.
"Hmm di dokumen Epstein kok ada SM (Sri Mulyani) ya?" tulis Yudo Sadewa, dikutip Rabu (4/2/2026).
Klarifikasi: Dokumen Institusional, Bukan Skandal Pribadi
Cuitan tersebut memicu spekulasi liar di tengah masyarakat.
Namun, berdasarkan penelusuran fakta mendalam, pencantuman nama Sri Mulyani dalam dokumen tersebut dipastikan tidak memiliki kaitan dengan aktivitas ilegal maupun hubungan personal dengan terpidana kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.
Nama Sri Mulyani muncul dalam kapasitas profesionalnya sebagai pejabat tinggi dunia.
Dokumen yang dimaksud adalah arsip resmi kelembagaan World Bank Group tertanggal 18 Juni 2014, saat ia menjabat sebagai Managing Director dan Chief Operating Officer (COO).
Berikut adalah fakta kunci terkait dokumen tersebut:
-
Jenis Dokumen: Komunikasi internal dan artikel institusional resmi World Bank Group.
-
Konteks: Membahas peluncuran President’s Delivery Unit (PDU), sebuah unit strategis untuk memantau target pembangunan.
-
Alasan Masuk File: Dokumen ini terseret dalam penyitaan data organisasi global dalam jumlah besar (bulk data) oleh otoritas AS, bukan karena interaksi pribadi.
Tidak Ada Interaksi dengan Epstein
Penting untuk dicatat bahwa dalam dokumen tersebut, Sri Mulyani sama sekali tidak membahas Jeffrey Epstein.
Isi dokumen murni membahas isu teknis kebijakan, seperti percepatan penyaluran bantuan International Development Association (IDA) dan penguatan akuntabilitas kinerja Bank Dunia.
Analisis terhadap dokumen menunjukkan sterilitas dari unsur skandal:
-
Tanpa Kontak Pribadi: Tidak ditemukan adanya email pribadi, surat menyurat, atau jejak komunikasi antara Sri Mulyani dan Epstein.
-
Tanpa Transaksi: Tidak ada catatan aliran dana atau transaksi keuangan yang melibatkan kedua belah pihak.
-
Nama Epstein Nihil: Dalam dokumen spesifik yang memuat nama Sri Mulyani, nama Jeffrey Epstein bahkan tidak disebutkan sama sekali.
Masuknya arsip ini ke dalam Epstein Files adalah konsekuensi dari luasnya cakupan penyitaan dokumen hukum yang menyasar berbagai institusi internasional.
Oleh karena itu, publik diimbau untuk tidak termakan narasi yang menyesatkan, mengingat kehadiran nama Sri Mulyani murni bersifat administratif. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo