SOLOBALAPAN.COM — Misteri di balik jaringan luas Jeffrey Epstein kembali memanas setelah munculnya pernyataan mengejutkan dari mantan agen CIA sekaligus pelapor pelanggaran (whistleblower), John Kiriakou.
Dalam sebuah wawancara terbaru, Kiriakou menduga bahwa kehidupan flamboyan Epstein bukan sekadar hasil kekayaan, melainkan perannya sebagai "access agent" atau aset intelijen asing.
Kiriakou menilai Epstein digunakan sebagai perantara strategis untuk mendekati tokoh-tokoh paling berpengaruh di dunia yang sulit dijangkau secara langsung oleh badan intelijen.
"Anda tidak merekrut seorang mantan presiden atau miliarder teknologi. Anda merekrut seseorang yang secara teratur memiliki akses kepada mereka," jelas Kiriakou.
Taktik Kamera Tersembunyi dan Dugaan Pemerasan
Dilansir dari The News Pakistan, Rabu (4/2/2026), gaya hidup mewah Epstein di Kepulauan Virgin AS dianggap sangat konsisten dengan taktik operasi intelijen modern.
Kiriakou menyoroti laporan adanya kamera tersembunyi yang dipasang di setiap sudut rumah Epstein, termasuk kamar mandi, yang diduga kuat digunakan untuk mengumpulkan bukti demi kepentingan pemerasan terhadap tamu-tamu elit.
Kejanggalan Hukum dan Tekanan Politik Senior
Salah satu poin yang paling disoroti Kiriakou adalah hukuman sangat ringan yang diterima Epstein pada tahun 2006 di Florida.
Meski menghadapi tuduhan kejahatan seksual serius, Epstein hanya menjalani masa tahanan rumah yang singkat.
Kiriakou juga merujuk pada pernyataan Alexander Acosta, jaksa kasus tersebut, yang mengaku diarahkan oleh pihak "lebih tinggi" untuk menawarkan kesepakatan hukum yang ringan.
"Hal itu menimbulkan pertanyaan tentang tekanan politik di tingkat senior," tegas Kiriakou.
Ia bahkan berspekulasi bahwa Epstein bisa saja berfungsi sebagai agen ganda yang tidak sepenuhnya setia pada satu pihak.
Transparansi Dokumen 'Epstein Files' Dipertanyakan
Meskipun seri dokumen terbaru telah dirilis pada Jumat (30/1/2026), muncul kritik luas bahwa data tersebut hanya dibuka sebagian kepada publik.
Hal ini menyisakan banyak tanda tanya besar mengenai hubungan Epstein dengan individu berpengaruh serta kemungkinan keterlibatan badan intelijen internasional.
Hingga kini, belum ada badan intelijen resmi yang mengonfirmasi klaim Kiriakou, sehingga statusnya tetap menjadi perdebatan publik yang hangat di kalangan pengamat keamanan internasional. (dam)
Editor : Damianus Bram