SOLOBALAPAN.COM – Jagat maya kembali dihebohkan dengan video mengharukan yang memperlihatkan seorang dokter anak melakukan penanganan darurat terhadap balita yang mengalami kejang di dalam pesawat.
Menanggapi hal tersebut, maskapai Citilink Indonesia akhirnya memberikan klarifikasi bahwa peristiwa heroik tersebut bukanlah kejadian baru, melainkan insiden yang terjadi pada Mei 2025 lalu.
Meskipun merupakan video lama, aksi cepat dr. Erli Meichori Viorika tetap mendapatkan pujian luas karena berhasil menstabilkan kondisi penumpang bayi berusia 22 bulan tersebut sebelum pesawat lepas landas.
Kronologi Kejadian di Rute Jakarta–Bengkulu
Head of Corporate Secretary Citilink, Tashia Scholz, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut menimpa seorang penumpang bayi berusia 22 bulan pada penerbangan QG 990.
Menariknya, peristiwa medis ini terjadi saat proses boarding masih berlangsung dan pesawat masih berada di darat di Bandara Soekarno-Hatta.
"Kejadian ini terjadi pada penerbangan rute Jakarta-Bengkulu pada 4 Mei 2025 lalu," tegas Tashia dalam keterangan resminya, Minggu (1/2/2026).
Aksi Heroik dr. Erli Meichori Viorika
Keberuntungan berpihak pada sang bayi karena di dalam pesawat tersebut terdapat dr. Erli Meichori Viorika, seorang dokter spesialis anak.
Secara sukarela, dr. Erli memberikan pertolongan pertama bekerja sama dengan awak kabin untuk menstabilkan kondisi balita tersebut menggunakan peralatan darurat sesuai prosedur keselamatan penerbangan.
Berkat penanganan yang cepat, kondisi bayi dinyatakan stabil dan layak untuk melanjutkan penerbangan.
Orang tua bayi pun memutuskan untuk tetap terbang menuju Bengkulu dan mendarat dengan selamat di Bandara Fatmawati Soekarno.
Pelajaran dari Viralitas Konten Lama
Meskipun kejadiannya sudah lewat setahun yang lalu, viralnya kembali video ini menjadi pengingat akan pentingnya kehadiran tenaga medis dan kesiapan awak kabin dalam menghadapi situasi darurat.
Citilink menegaskan bahwa pihaknya selalu mengutamakan aspek keselamatan dan mematuhi regulasi penerbangan guna mengantisipasi gangguan operasional. (dam)
Editor : Damianus Bram