Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ahok "Meledak" di Persidangan! Sebut Direksi Terbaik Pertamina Dicopot Sewenang-wenang, Dorong Jaksa Periksa Erick Thohir hingga Presiden Jokowi

Damianus Bram • Selasa, 27 Januari 2026 | 16:57 WIB
Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengelolaan minyak mentah.
Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengelolaan minyak mentah.

SOLOBALAPAN.COM – Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, hadir sebagai saksi kunci dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengelolaan minyak mentah di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

Dalam kesaksiannya, Ahok melontarkan pernyataan mengejutkan yang menyoroti pencopotan dua direksi anak usaha Pertamina yang ia nilai justru memiliki integritas tinggi.

Ahok bahkan menantang Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk berani memeriksa Menteri BUMN Erick Thohir hingga Presiden ke-7 RI Joko Widodo untuk mengungkap alasan sebenarnya di balik pencopotan tersebut.

Pembelaan Ahok untuk "Dua Direktur Terbaik"

Dilansir dari JawaPos.com, dalam keterangannya di depan majelis hakim, Ahok menyoroti pencopotan Joko Priyono (eks Dirut Kilang Pertamina Internasional) dan Mas’ud Khamid (eks Dirut Pertamina Patra Niaga).

Selanjutnya, Jaksa penuntut umum (JPU) mempertanyakan status keduanya yang disebut Ahok telah dicopot dari jabatan.

“Ini saya ingin menanyakan penegasan ya, masih di poin 10 huruf a. Dalam keterangan saudara ada dua nama, Pak Joko Priyono dan Pak Mas’ud Khamid, keduanya mantan direksi pada anak perusahaan Pertamina, subholding. Satu di KPI, satu di PPN. Disebut sudah dicopot. Apakah ada persoalan dengan dua orang ini sehingga disebut dicopot? Ada masalah tidak?” tanya jaksa dalam persidangan.

Menjawab pertanyaan dari jaksa tersebut, Ahok menjelaskan, bawha kedua orang tersebut adalah talenta terbaik yang dimiliki Pertamina namun dicopot dari jabatannya.

“Bagi saya dua saudara ini adalah dirut yang terhebat yang Pertamina punya, untuk memperbaiki produksi kilang termasuk Patra Niaga. Semua yang saya arahkan mereka kerjakan,” ujar Ahok.

Menurut Ahok, Mas’ud Khamid bahkan lebih memilih diberhentikan daripada menandatangani pengadaan yang dinilainya menyimpang.

“Termasuk soal aditif ini, Pak Mas’ud ini lebih baik dipecat daripada tanda tangan kalau ada penyimpangan pengadaan. Makanya saya bilang ini salah satu terbaik yang kita punya,” ungkap Ahok.

Ahok juga menilai, Joko Priyono sebagai sosok yang memiliki pemahaman mendalam soal kilang karena latar belakang teknisnya.

“Pak Joko ini orang kilang, asli dari kilang. Pengetahuannya paling bagus soal kilang. Dia yang kasih tahu saya kelemahan kilang, apa yang mau diperbaiki. Ketika dia dicopot, saya sampai mau nangis,” beber Ahok.

Ia mengaku sempat menelepon Joko Priyono setelah pencopotan tersebut. Ia memandang, pencopoton itu sebagai bentuk kesewenangan.

“Dia bilang, ‘Pak, sudahlah Pak, saya di Yogya saja.’ Saya pikir BUMN ini keterlaluan, mencopot orang yang bukan karena meritokrasi. Kenapa orang yang mau melakukan hal yang benar justru dicopot? Ini orang terbaik, makanya saya tulis dicopot dalam BAP,” tegas Ahok.

Desak Periksa Erick Thohir dan Jokowi

Ahok menilai ada kejanggalan dalam pencopotan dua direksi tersebut. Ia merasa aneh mengapa orang yang jujur justru didepak dari jabatannya.

"Makanya saya selalu bilang ke Pak Jaksa, periksa sekalian BUMN, periksa Presiden bila perlu! Kenapa orang terbaik justru dicopot?" seru Ahok yang sempat memicu riuh tepuk tangan pengunjung sidang sebelum akhirnya ditegur oleh majelis hakim.

Tanggapan Jaksa: Fokus pada Fakta Hukum

Menanggapi desakan Ahok untuk memeriksa Erick Thohir dan Jokowi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) memberikan jawaban dingin.

Jaksa menilai pernyataan Ahok tersebut merupakan opini saksi dan belum didukung oleh dokumen atau bukti detail perbuatan yang berkaitan langsung dengan perkara korupsi yang sedang disidangkan.

Pihak jaksa menegaskan bahwa fokus persidangan saat ini adalah menggali pengetahuan Ahok terkait kerugian negara dalam pengelolaan minyak mentah, bukan pada kebijakan personalia di lingkungan Kementerian BUMN. (dam)

Editor : Damianus Bram
#jokowi #sidang #erick thohir #ahok #korupsi pertamina