SOLOBALAPAN.COM, PALEMBANG – Kasus Nisya, wanita yang nekat menjadi pramugari gadungan maskapai Batik Air, tengah menjadi sorotan publik.
Aksi nekatnya bukan tanpa alasan, profesi awak kabin memang dikenal memiliki prestise tinggi dan tawaran gaji yang menggiurkan.
Hal inilah yang diduga membuat Nisya gelap mata hingga membohongi keluarganya sendiri karena malu pernah gagal tes seleksi.
Lantas, seberapa besar gaji pramugari hingga membuat Nisya terobsesi?
Berdasarkan data yang dihimpun, gaji pramugari di Indonesia sangat bervariasi tergantung maskapai dan jam terbang.
Untuk maskapai full service seperti Garuda Indonesia, gaji senior bisa menembus angka Rp 30 juta per bulan.
Sementara untuk Lion Air Group (termasuk Batik Air), total pendapatan dari gaji pokok, uang terbang, dan tunjangan bisa mencapai kisaran Rp 10 juta hingga Rp 20 juta.
Kronologi Terbongkarnya Penyamaran
General Manager Bandara SMB II, Ahmad Syaugi Shahab, mengungkapkan bahwa Nisya sebenarnya sudah sering melakukan aksi ini.
Ia kerap diantar keluarganya ke bandara layaknya kru asli yang hendak bertugas. Namun, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga.
Penyamaran Nisya terbongkar saat ia menaiki pesawat yang diawasi oleh kru senior.
Kecurigaan muncul karena ID Card yang dikenakannya terlihat aneh.
Puncaknya, saat diajak berkomunikasi, Nisya gagap dan jawabannya tidak nyambung, terutama saat dites kemampuan Bahasa Inggris yang menjadi syarat mutlak seorang pramugari.
Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa obsesi terhadap status sosial dan materi tidak sebanding dengan risiko hukum dan rasa malu yang harus ditanggung.
Niat hati ingin membanggakan keluarga dengan seragam dan gaji tinggi, Nisya kini justru harus menelan pil pahit akibat kebohongannya yang terbongkar di hadapan publik.
Impian terbang tinggi itu kini kandas karena fondasi ketidakjujuran. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo