Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

NGAKU MURKA! Kenapa Rizki Abdul Rahman Wahid Laporkan Pandji Pragiwaksono ke Polisi? NU dan Muhammadiyah Kompak Lepas Tangan

Laila Zakiya • Jumat, 9 Januari 2026 | 14:30 WIB

 

Pandji Pragiwaksono.
Pandji Pragiwaksono.

SOLOBALAPAN.COM - Nama Rizki Abdul Rahman Wahid mendadak menjadi pusat perhatian nasional setelah secara resmi melaporkan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya.

Laporan tersebut berkaitan dengan materi stand-up comedy bertajuk Mens Rea yang menyinggung Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Kasus ini tidak hanya memicu perdebatan soal batas kebebasan berekspresi dalam komedi, tetapi juga menyeret nama dua organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Namun, alih-alih membela, PBNU dan Muhammadiyah justru menyatakan tidak terlibat.

Rizki Ngaku Murka, Nilai Materi Pandji Memecah Belah

Rizki Abdul Rahman Wahid menyebut pelaporan itu dilatarbelakangi rasa keberatan mendalam terhadap narasi yang disampaikan Pandji dalam Mens Rea.

Ia menilai materi tersebut bukan sekadar komedi, melainkan berpotensi menciptakan kegaduhan sosial.

"Angkatan Muda NU kami melaporkan bahwa ada kasus yang menurut kami beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media serta memecah belah bangsa."

Pandji dilaporkan pada Rabu, 7 Januari 2026, dengan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik.

Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/Polda Metro Jaya pada 8 Januari 2026.

Rizki juga menegaskan keberatannya atas anggapan bahwa NU menerima konsesi tambang sebagai bentuk imbalan politik.

"Saya sebagai aktivis muda Nahdlatul Ulama merasa dirugikan atas statement beliau yang menyampaikan bahwa NU terlibat dalam politik praktis dan terus kemudian mendapat imbalan dalam bentuk tambang."

Menurutnya, tudingan tersebut bertentangan dengan sejarah panjang NU.

"Sebenarnya NU itu sendiri, saya sebagai santri jalanan dan warga nahdliyin, NU telah banyak berkontribusi terhadap negara ini jauh sebelum ada kemerdekaan dari sisi pondok pesantren, masjid, dan edukasi tentang agama di republik ini."

"Bahkan melakukan perlawanan terhadap penjajahan. Lalu kemudian didiskreditkan oleh Pandji bahwa NU mengikuti politik praktis dan mendapatkan tambang."

Potongan Materi Mens Rea yang Jadi Sorotan

Materi Pandji dalam Mens Rea yang dipersoalkan berkaitan dengan isu politik balas budi dan pengelolaan tambang oleh organisasi keagamaan.

"Ada yang ngerti politik balas budi? Gua kasih lo sesuatu, tapi lo kasih gua sesuatu lagi. Emang lo pikir kenapa NU dan Muhammadiyah bisa ngurus tambang? Kenapa kira-kira?"

Pandji melanjutkan dengan narasi yang kemudian viral:

"Karena diminta suaranya, gua kasih sesuatu lo suka, happy lah. Ormas agama ngurus tambang? Happy lah. Done. Biar kita adil, sebenarnya tidak hanya ormas Islam saja, semua ormas agama ditawarin, tapi agama lain nolak."

"Ormas Islam, Alhamdulillah, rezeki anak soleh, masa ditolak, ini pasti karena aku rajin sholat, rezeki anak soleh nih. Diambil guys."

Tak hanya itu, Pandji juga menyinggung organisasi keagamaan lain:

"Gua dengar-dengar HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) nolak. HKBP bilang, mohon maaf ini ngurus lapo ribet banget apalagi ngurus tambang. Capek gua!"

PBNU dan Muhammadiyah Tegas Lepas Tangan

Di tengah klaim Rizki yang menyebut dirinya bagian dari Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah, respons berbeda justru datang dari pimpinan organisasi induk.

“Kalau representasi PBNU jelas tidak. Tidak ada lembaga, badan otonom, maupun perkumpulan NU yang bernama Angkatan Muda NU,” kata Ulil Abshar Abdalla.

Sikap senada disampaikan Muhammadiyah.

“Nggak tahu saya anak muda tersebut. Saya juga lagi nanya-nanya dengan teman,” ujar Anwar Abbas.

Pernyataan ini menegaskan bahwa pelaporan terhadap Pandji bersifat personal, bukan mandat resmi organisasi.

Siapa Rizki Abdul Rahman Wahid?

Rizki dikenal sebagai aktivis muda dengan rekam jejak panjang di organisasi kemahasiswaan.

Ia pernah menjabat Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII DKI Jakarta pada 2021 dan sebelumnya Ketua PC PMII Jakarta Pusat.

Ia juga tercatat pernah menjadi Direktur Eksekutif Koalisi Indonesia Anti Korupsi (Kosasi), menempuh pendidikan di Universitas Persada Indonesia YAI, serta merupakan alumnus Pesantren Roudlotun Nasii, Jatinom, Klaten.

Di tengah sorotan publik, akun Instagram miliknya @rizkiabdulrahmanwahid mendadak digembok.

Akun tersebut tercatat memiliki 1.225 pengikut dengan sekitar 75 unggahan yang kini tidak dapat diakses publik.

Respons Pandji: Santai dan Ucap Terima Kasih

Pandji Pragiwaksono sendiri merespons laporan tersebut dengan nada santai dari New York.

"Apa kabar Indonesia gue cuma mau bilang makasih untuk dukungannya dan doanya banyak banget yang doain ke gue."

"Gue juga baik-baik aja di New York ngisi siaran dan sekarang mau balik ke rumah, lapar mau balik ke anak-anak dan istri makan malam sama mereka."

Ia pun menutup pesannya dengan harapan untuk dunia komedi Tanah Air.

"Semoga lu semua sehat semoga baik-baik aja, i love you guys makasih sudah mencintai stand up komedi, moga-moga gue masih banyak perkomedian untuk anda,"

Komika Lain Ikut Bersuara

Komika Arie Kriting turut menanggapi laporan tersebut dan meminta agar persoalan tidak buru-buru dibawa ke ranah hukum.

"Jangan sepotong-sepotong. Coba pelajari dulu."

"Coba nonton keseluruhan dulu."

Menurut Arie, rasa tersinggung tidak selalu cukup untuk dijadikan dasar hukum.

"Jika merasa dirugikan silakan ditunjukkan buktinya dia dirugikan di sisi apa." (lz)

Editor : Laila Zakiya
#Rizki Abdul Rahman Wahid #mens rea #muhammadiyah #pandji pragiwaksono #pbnu