SOLOBALAPAN.COM - Nama Sherly Annavita mendadak menjadi sorotan publik di penghujung 2025.
Konten kreator sekaligus pegiat kemanusiaan asal Aceh itu mengungkap serangkaian aksi teror yang dialaminya, mulai dari mobil dicoret-coret, rumah dilempari telur busuk, hingga ancaman tertulis dan digital.
Teror tersebut diduga kuat berkaitan dengan sikap kritis Sherly terhadap penanganan bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera yang ia sampaikan secara terbuka di media nasional dan media sosial.
Teror Muncul Usai Kritik Bencana Sumatera
Sherly pertama kali mengungkap teror yang dialaminya melalui akun Instagram pribadinya @sherlyannavita pada Selasa (30/12/2025).
Dalam unggahan tersebut, ia menyampaikan bahwa intimidasi tidak hanya terjadi di dunia maya, tetapi juga menyasar ruang pribadinya.
"Saya diteror!!! Malam tadi teror jadi semakin jelas ditunjukkan. Kendaraan Sherly diberi tanda oleh pihak-pihak tertentu, tempat tinggal Sherly dilempari sekantung telur busuk dan tulisan bernada ancaman,"
Teror tersebut disebut semakin intens setelah Sherly tampil dalam sejumlah program diskusi nasional, salah satunya Rakyat Bersuara di iNews TV pada Selasa (23/12/2025).
Dalam forum itu, Sherly membahas krisis kemanusiaan akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Teror-teror ini terasa sekali setelah Sherly yang memang berasal dari Aceh/Sumatra ikut memberikan pandangan di beberapa acara TV terkait bencana di Sumatra,"
Kritik Terbuka soal Kepemimpinan dan Distribusi Bantuan
Dalam berbagai kesempatan, Sherly menyoroti lemahnya koordinasi pemerintah pusat dalam penanganan bencana.
Ia juga mengkritik gaya sebagian pejabat yang dinilai lebih menonjolkan pencitraan dibandingkan kerja substansial di lapangan.
Sherly menegaskan bahwa persoalan utama bukan hanya soal bantuan masuk, melainkan distribusinya yang tersendat akibat akses wilayah yang terputus.
"Boleh jadi bantuan itu masuk, tapi justru proses distribusinya yang sampai hari ini masih ditunggu para korban,"
Ia juga memaparkan kondisi medan di sejumlah daerah terdampak seperti Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, hingga Aceh Tamiang, yang membuat relawan harus melibatkan TNI untuk distribusi logistik melalui jalur udara.
"Relawan tetap membawa bantuan, tapi ada kapasitas yang mereka tidak bisa tembus,"
Bukan Satu-satunya yang Diteror
Sherly menegaskan bahwa dirinya bukan satu-satunya kreator konten yang mengalami intimidasi.
Influencer lain, DJ Donny, juga mengungkap teror serupa setelah vokal mengkritik penanganan bencana Sumatera.
"Untuk siapa pun yang melakukan ini atau yang memerintahkan untuk melakukan teror-teror ini, mohon disudahi. Sherly dan teman influencer lain bukan musuh negara, juga sama sekali bukan musuh Pak Prabowo,"
Siapa Sherly Annavita?
Sherly Annavita Rahmi dikenal sebagai konten kreator, motivator muda, sekaligus aktivis sosial.
Ia lahir di Lhokseumawe, Aceh Utara, pada 12 September 1992 dan merupakan keturunan Minangkabau.
Ia menempuh pendidikan Hubungan Internasional di Universitas Paramadina Jakarta dan melanjutkan studi bisnis di Swinburne University of Technology, Australia.
Namanya mulai dikenal publik sejak tampil di Indonesian Lawyer Club (ILC) pada 2019, saat mengkritik wacana pemindahan ibu kota.
Selain aktif sebagai kreator konten, Sherly juga merupakan pendiri Sherly Enlightenment Academy (SEA), lembaga pelatihan public speaking untuk generasi muda.
Teror Dinilai Bukan Aksi Spontan
Sherly menduga teror yang dialaminya bukan tindakan acak, melainkan terencana dan terorkestrasi.
Ia juga mengingatkan bahwa peristiwa serupa pernah dialaminya pada 2019 saat mengkritik kebijakan strategis pemerintah.
Meski demikian, Sherly menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya murni demi kepentingan kemanusiaan dan tidak memiliki agenda politik apa pun. (lz)
Editor : Laila Zakiya