Seskab Teddy Pamer Progres Pascabencana Sumatera, Klaim 87 Rumah Sakit Lumpuh Kini Beroperasi Kembali
Didi Agung Eko Purnomo• Rabu, 31 Desember 2025 | 03:42 WIB
Satu Bulan Pascabencana Sumatera, Seskab Teddy Pamer Progres Super Cepat.
SOLOBALAPAN.COM, JAKARTA – Pemerintah mengklaim telah melakukan percepatan pemulihan yang signifikan pascabencana alam yang melanda tiga provinsi sekaligus, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Dalam paparan di Posko Bencana Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (30/12/2025), Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Inf Teddy Indra Wijaya membeberkan data konkret penanganan selama satu bulan terakhir yang dinilainya berjalan "super cepat" sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Infrastruktur: Jembatan Bailey Jadi Penyelamat Logistik
Fokus utama pemerintah di bulan pertama adalah membuka isolasi wilayah.
Teddy mengungkapkan bahwa dari 78 jalan nasional yang putus akibat bencana, kini hampir seluruhnya telah tersambung kembali.
"Per satu bulan, dari 78 (titik putus) tinggal 6 yang masih proses penyambungan. Empat titik di Aceh, dan ada di Sumbar, dan di Sumut," jelas Teddy.
Salah satu prestasi teknis yang disorot adalah pembangunan 12 jembatan bailey di sungai-sungai lebar (di atas 50 meter), termasuk di Bireun yang mencapai panjang 180 meter.
Jembatan ini krusial untuk memastikan jalur logistik antarprovinsi kembali lancar.
Target Hunian: Kebut 15 Ribu Rumah
Di sektor papan, pemerintah tidak hanya mengandalkan hunian sementara.
Teddy menyebut instruksi Presiden sangat jelas untuk mempercepat pembangunan hunian tetap secara masif melalui badan Danantara.
Jangka Pendek (Minggu Depan): 600 rumah hunian siap huni & 450 unit dari BNPB.
Target Besar: Pembangunan 15.000 rumah hunian secepat-cepatnya.
Layanan Kesehatan Pulih 100%
Sektor kesehatan yang sempat lumpuh total kini diklaim telah beroperasi kembali.
Rumah Sakit: Dari 87 RS yang terdampak dan lumpuh, seluruhnya (87 RS) kini sudah bisa melayani pasien kembali.
Puskesmas: Dari 867 Puskesmas yang lumpuh, kini hanya tersisa 8 unit yang belum beroperasi.
"Kenapa bisa (cepat)? Karena di lapangan para petugas dan warga nyatanya itu sama-sama, saling bantu, gotong royong semua," pungkas Teddy mengapresiasi kerja sama relawan dan aparat. (did)