Hashim Djojohadikusumo Minta PT Toba Pulp Lestari Ditutup Permanen: Aspirasi Warga Sumut Saya Bawa ke Presiden
Didi Agung Eko Purnomo• Rabu, 24 Desember 2025 | 00:23 WIB
Elite partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo yang merupakan adik kandung Prabowo Subianto.
SOLOBALAPAN.COM, JAKARTA – Angin segar berembus bagi para pegiat lingkungan dan masyarakat Sumatera Utara (Sumut).
Hashim Djojohadikusumo, adik kandung Presiden Prabowo Subianto, secara terbuka menyatakan dukungan penuh agar operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL) dihentikan secara permanen.
Pernyataan tegas ini disampaikan Hashim saat menghadiri Perayaan Natal Bersama Gereja-Gereja Asal Sumatera Utara di Jakarta Timur, Senin (22/12/2025).
Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang saat ini telah menutup sementara operasional perusahaan tersebut.
"Semoga Ditutup Selama-lamanya"
Hashim menegaskan bahwa penutupan sementara ini harus menjadi momentum untuk solusi jangka panjang atas kerusakan alam yang terjadi.
Ia berjanji akan membawa aspirasi warga Sumut langsung ke meja Presiden.
"Mudah-mudahan dan semoga akan ditutup selama-lamanya," tegas Hashim di hadapan jemaat.
Ia meyakini Presiden Prabowo akan mendengarkan jeritan masyarakat terkait dampak ekologis yang ditimbulkan.
"Jadi ini tentu saya akan sampaikan aspirasi masyarakat Sumatera Utara kepada Presiden. Dan saya yakin Presiden akan memperhatikan dan menanggapi dengan baik," tambahnya.
Dukungan Hashim ini diamini oleh Ephorus HKBP, Pendeta Victor Tinambunan.
Victor menyebut wilayah Tapanuli Raya tengah mengalami bencana ekologis parah akibat kehadiran industri, dan TPL disebut sebagai salah satu biang kerok kerusakan alam yang masif di sana.
Hashim 'Pasang Badan': Prabowo Tak Punya 1 Hektare Pun Sawit!
Selain isu lingkungan TPL, Hashim juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meluruskan fitnah keji yang menyerang kakaknya.
Beredar isu bahwa Presiden Prabowo memiliki lahan sawit di Sumatera dan Aceh.
Hashim membantah keras tuduhan tersebut.
Ia menuding isu itu adalah hoaks yang sengaja disebarkan oleh para "pengusaha nakal" yang terancam oleh penegakan hukum pemerintah saat ini.
"Ini adalah fitnah, ini adalah bohong. Prabowo tidak punya lahan sawit satu hektare pun di bumi Indonesia," klarifikasinya dengan nada tinggi.
Menurut Hashim, serangan ini didalangi oleh mafia sawit yang menguasai sekitar 3,7 juta hektare lahan ilegal di kawasan hutan lindung.
Mereka diduga membayar influencer untuk menyudutkan pemerintah yang kini gencar menindak pelanggaran kehutanan.
"Kami menduga mereka-mereka ini yang menyebar fitnah ini. Karena mereka sangat dirugikan kalau pemerintah sekarang menegakkan hukum," pungkasnya. (did)