Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Rizki Nur Fadhilah Bukan Korban TPPO! Kiper Jebolan Persib Ini Sadar Daftar Jadi Scammer, Ini Kronologinya

Damianus Bram • Jumat, 21 November 2025 | 17:46 WIB

 

Rizki Nur Fadilah akhirnya muncul dan memberikan klarifikasi terkait isu yang menyebut dirinya menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja.
Rizki Nur Fadilah akhirnya muncul dan memberikan klarifikasi terkait isu yang menyebut dirinya menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja.

SOLOBALAPAN.COM - Kabar mengejutkan seputar kasus pesepakbola muda Rizki Nur Fadhilah kembali mencuat!

Setelah sempat viral dengan narasi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja, Polda Jawa Barat (Jabar) dan KBRI Phnom Penh secara tegas membantah status tersebut.

Kiper muda jebolan Diklat Persib itu ternyata secara sadar mendaftarkan diri untuk menjadi scammer (operator penipuan online) di Kamboja demi mendapatkan uang.

Konfirmasi Polda Jabar: Rizki Sadar Mendaftar sebagai Scammer

Baca Juga: Polisi Konfirmasi Rizki Nur Fadhilah Korban TPPO! Pesepakbola Bandung Kini Aman di KBRI Phnom Penh, Dedi Mulyadi Siap Tanggung Biaya Pulang

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa Rizki Nur Fadhilah (RNF) bukan korban TPPO seperti yang dilaporkan keluarganya pada 10 November 2025.

Rizki, melalui media sosial, secara sadar mendaftar untuk pekerjaan terlarang tersebut.

"Dia (Rizki) sadar sendiri bahwa dia akan menjadi scammer di sana (Kamboja) dengan gaji sekian,” ungkap Kombes Hendra dikutip dari JawaPos.com, Jumat (21/11/2025).

Penyelidikan polisi dan pendalaman oleh KBRI Phnom Penh menemukan bahwa Rizki sadar penuh akan jenis pekerjaannya sebagai operator penipuan daring di Kamboja.

Pihak KBRI Phnom Penh yang menerima laporan awal dari keluarga juga menyatakan kesimpulan yang sama.

“Setelah dilakukan pendalaman oleh pihak KBRI dengan Rizki Nur Fadhilah (RNF), didapatkan informasi bahwa yang bersangkutan sejak awal mengetahui akan bekerja di Kamboja, namun tidak menginfokan keluarganya. RNF mendapatkan info lowongan pekerjaan via sosial media dan selama proses perekrutan tidak mendapatkan tekanan," beber pihak KBRI Phnom Penh.

KBRI juga memastikan tidak terdapat tanda-tanda kekerasan fisik, sehingga kondisi tersebut mengarah pada kesimpulan bahwa RNF tidak terindikasi sebagai korban TPPO.

Kebohongan dan Narasi Simpati Publik

Kombes Hendra Rochmawan mengungkapkan bahwa narasi menjadi korban TPPO sengaja dibuat oleh Rizki untuk menarik simpati publik. Alasan di baliknya adalah Rizki sudah tidak betah dan ingin kembali ke Indonesia.

Rizki bahkan membohongi kedua orang tuanya dengan mengaku dijemput travel ke Jakarta untuk bergabung dengan PSMS Medan pada 26 Oktober lalu, padahal ia langsung terbang ke Kamboja untuk bekerja sebagai scammer.

”Dia hanya menduga enak atau tidak (jadi scammer di Kamboja), tetapi berbicara kepada orang tuanya adalah sebagai pemain sepak bola di PSMS Medan,” jelas Kombes Hendra.

Kondisi Aman dan Proses Pemulangan

Rizki Nur Fadhilah mendatangi KBRI Phnom Penh pada Rabu pagi (19/11/2025). Pihak KBRI memastikan Rizki dalam keadaan sehat secara fisik dan rohani.

Saat ini, KBRI Phnom Penh sedang mengurus dokumen perjalanan Rizki dan berkoordinasi dengan instansi terkait di Kamboja agar anak muda asal Kecamatan Dayeuhkolot ini segera bisa dipulangkan ke Indonesia.

Proses pemulangan Rizki juga mendapat dukungan dari Pemda Jabar dan Polda Jabar. (dam)

Editor : Damianus Bram
#scammer #tppo #kamboja #Rizki Nur Fadhilah