Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Dedi Mulyadi Biayai Riset BBM Bobibos dari Jerami Pakai Uang Pribadi, Targetkan 1,5 Juta Liter per 500 Hektar Sawah

Didi Agung Eko Purnomo • Kamis, 20 November 2025 | 04:15 WIB
BBM nabati Bobibos menjadi alternatif pengganti BBM produk Pertamina yang dapat diandalkan di masa mendatang.
BBM nabati Bobibos menjadi alternatif pengganti BBM produk Pertamina yang dapat diandalkan di masa mendatang.

SOLOBALAPAN.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali membuat terobosan yang mengejutkan publik.

Bukan soal kebijakan birokrasi, kali ini ia terjun langsung mengembangkan energi alternatif baru bernama Bobibos.

Bahan bakar yang berasal dari Jonggol, Bogor ini diklaim revolusioner karena bahan bakunya yang tak terduga: limbah jerami.

Dedi Mulyadi telah resmi menggandeng tim Bobibos untuk mengubah limbah pertanian yang sering dibakar begitu saja menjadi bahan bakar berkualitas tinggi setara bensin dan solar.

Baca Juga: BOBIBOS, Bahan Bakar Baru dari Jerami Setara RON 98, Penemunya Terinspirasi dari Ayat Alquran

Kesepakatan di Lembur Pakuan

Kerja sama strategis ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di kediaman Dedi, Lembur Pakuan, pada Sabtu (15/11/2025) lalu.

"Dan yang paling utama adalah membuktikan kepada publik.

Toh kita kan uji coba bukan untuk diperjualbelikan ke publik. Kita uji coba untuk digunakan di internal saya. Di motor, mobil, dan traktor yang saya punya," ujar Dedi Mulyadi.

Dedi menegaskan bahwa seluruh biaya riset dan uji coba tahap awal ini murni menggunakan biaya pribadinya, bukan anggaran negara.

Ia bahkan telah membeli dua tangki berkapasitas 2.000 liter untuk menampung hasil produksi.

Potensi Raksasa: 1,5 Juta Liter dari Limbah

Penggagas Bobibos, M. Ikhlas Thamrin, memaparkan hitung-hitungan yang mencengangkan.

Potensi limbah jerami di Jawa Barat ternyata bisa menjadi lumbung energi baru.

"Kita ingin membaginya per 500 hektar. Jika dalam satu bulan panen padi seluas 500 hektar, maka limbah jerami yang ada akan menghasilkan 1,5 juta liter (BBM)," ungkap Ikhlas.

Skema Kerja Sama: Jerami Ditukar Energi

Dalam kerja sama ini, Dedi Mulyadi akan berperan sebagai penyedia bahan baku utama.

Lahan pertanian di Lembur Pakuan yang akan memasuki masa panen dua pekan lagi akan menjadi lokasi perdana pengolahan jerami menjadi BBM.

Pihak Bobibos akan menyediakan mesin pengolah dan formulasi kimianya.

Mesin berkapasitas kecil akan digunakan untuk tahap awal, sementara mesin skala besar sedang dalam proses perancangan.

Baca Juga: Polisi Konfirmasi Rizki Nur Fadhilah Korban TPPO! Pesepakbola Bandung Kini Aman di KBRI Phnom Penh, Dedi Mulyadi Siap Tanggung Biaya Pulang

Misi Mulia: Pangkas Anggaran Negara

Visi Dedi Mulyadi tidak berhenti pada penggunaan pribadi.

Jika uji coba ini sukses, ia berencana menghibahkan teknologi dan hasil BBM Bobibos kepada Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, hingga Pemerintah Kota di seluruh Jawa Barat.

Tujuannya sangat strategis: menekan anggaran belanja BBM pemerintah secara signifikan dengan memanfaatkan sumber daya mandiri yang melimpah di pedesaan. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#dedi mulyadi #Bobibos #bbm