Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Duh! Ini Kebiasaan 'Mengerikan' Pelaku Bom SMAN 72 yang Diduga Korban Bully, Suka Gambar Darah dan Terorisme?

Didi Agung Eko Purnomo • Senin, 10 November 2025 | 04:23 WIB

 

Benda menyerupai senjata api di lokasi ledakan SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Benda menyerupai senjata api di lokasi ledakan SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

SOLOBALAPAN.COM – Teka-teki pelaku ledakan bom di Masjid SMAN 72 Jakarta yang melukai 54 siswa kini mulai terkuak.

Pelakunya diduga kuat adalah siswa dari sekolah itu sendiri, seorang remaja kelas 12 berinisial MNFH alias F.

Pelaku sendiri ikut menjadi korban dan ditemukan terkapar di dekat senapan mainan bertuliskan 'WELCOME TO HELL'.

Kesaksian dari teman sekolahnya mengungkap sisi lain pelaku: ia dikenal sebagai sosok pendiam yang diduga memiliki kebiasaan mengerikan dan didorong oleh dendam akibat perundungan.

Kebiasaan Aneh: Gambar Darah, Teroris, dan Bendera Amerika

Seorang siswa SMAN 72 Jakarta berinisial Z, yang mengenal pelaku, mengungkap bahwa F adalah sosok penyendiri sejak ia duduk di kelas 11.

Yang lebih meresahkan, Z menyebut F memiliki hobi dan ketertarikan yang tidak biasa dan cenderung mengerikan.

"Sering buat gambar-gambar, foto-foto yang kayak tentang berdarah, teroris, bendera Amerika. Gambar-gambar yang berdarah gitu,” jelas Z, dikutip Sabtu (8/11/2025).

Kebiasaan ini sejalan dengan ketertarikannya pada kekerasan. "Sering nonton tembak-tembakan gitu," tambahnya.

Motif Diduga Kuat Akibat Dibully

Kebiasaan aneh dan sifat penyendirinya ini diduga kuat berkaitan dengan motif aksinya.

Pelaku nekat melakukan pengeboman karena menyimpan dendam akibat sering menjadi korban perundungan (bullying) di sekolah.

"Iya, benar. (Lakukan pengeboman karena bullying)," tandas Z.

Pelaku Kritis dan Belum Bisa Diperiksa

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengonfirmasi bahwa terduga pelaku telah diamankan.

Namun, polisi belum bisa mendapatkan keterangan dari F karena ia mengalami luka parah akibat ledakan tersebut dan harus menjalani operasi.

"Untuk saat ini salah satu dari yang saat ini melakukan operasi (adalah) terduga pelaku," ujar Kapolri, Jumat (7/11/2025). "Dan untuk motifnya ya saat ini memang sedang kita dalami berbagai macam informasi," paparnya.

Penemuan senjata mainan bertuliskan nama-nama teroris, ditambah dengan kesaksian mengenai hobi dan statusnya sebagai korban bully, kini menjadi fokus utama penyelidikan kepolisian untuk mengungkap motif pasti di balik tragedi yang mengguncang dunia pendidikan ini. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#pelaku bom #kebiasaan #SMAN 72 #korban bully #terorisme