Fakta Kasus Mahasiswi UIN Surakarta yang Lompat dari Atap Gedung Kampus, Benarkah Korban Bullying? Ini Ungkap Kepolisian
Didi Agung Eko Purnomo• Sabtu, 18 Oktober 2025 | 00:12 WIB
Polisi cek TKP Mahasiswi UIN Raden Mas Said Surakarta melompat dari rooftop Gedung Laboratorium, Jumat (17/10/2025).
SOLOBALAPAN.COM – Suasana duka menyelimuti kampus UIN Raden Mas Said, Kartasura, Sukoharjo, setelah seorang mahasiswinya ditemukan tewas pada Jumat pagi (17/10/2025).
Korban meninggal dunia setelah nekat melompat dari atap (rooftop) gedung perkuliahan setinggi empat lantai sekitar pukul 10.00 WIB.
Pihak kepolisian yang melakukan olah TKP memastikan bahwa insiden ini murni merupakan tindakan bunuh diri dan menepis rumor adanya perundungan.
Korban diketahui memiliki riwayat gangguan bipolar.
Sempat Hidup Setelah Jatuh
Dalam sebuah kronologi yang tragis, korban ternyata masih dalam keadaan hidup sesaat setelah melakukan aksinya.
Tubuhnya pertama kali menghantam atap sebuah mobil Toyota Innova milik dosen yang terparkir di bawah, sebelum akhirnya jatuh ke aspal.
“Korban masih hidup setelah jatuh dan langsung ditolong satpam kampus. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit UNS," kata Kapolsek Kartasura, AKP Tugiyo.
"Namun, sekitar 30 menit kemudian kami menerima informasi korban meninggal dunia di rumah sakit,” lanjutnya.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka fatal akibat benturan keras, termasuk patah tulang di kedua kaki, pinggul, dan leher.
Polisi: Murni Bunuh Diri, Bukan Perundungan
Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan sebuah kursi hitam di tepi rooftop yang diduga digunakan oleh korban untuk memanjat pagar pembatas.
“Tidak ada indikasi korban didorong atau dijatuhkan. Murni aksi bunuh diri," tegas AKP Tugiyo.
Polisi juga dengan tegas membantah spekulasi yang beredar mengenai adanya perundungan (bullying) sebagai pemicu.
"Tidak ada indikasi bullying, tidak ada konflik dengan teman-temannya. Kami akan tetap menguatkan hasil pemeriksaan ini dengan keterangan pihak keluarga,” katanya.
Kesaksian Teman dan Pihak Kampus
Keterangan dari pihak kepolisian ini diperkuat oleh kesaksian rekan-rekan korban dan pihak kampus.
Seorang teman korban membenarkan bahwa almarhumah memiliki riwayat gangguan bipolar.
"Setahu saya di sini tidak ada perundungan. Hanya memang X ini memiliki riwayat bipolar, semua teman-teman sudah tahu," ungkap narasumber.
Ia bahkan menyebut korban pernah mencoba melakukan bunuh diri sebelumnya namun berhasil digagalkan.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Raden Mas Said, Abdullah Faishol, juga mengonfirmasi bahwa pihak kampus mengetahui kondisi psikologis korban.
"Mahasiswa yang bersangkutan telah menjalani pengobatan, perawatan psikologis, dan penanganan psikiater profesional dalam beberapa tahun terakhir," kata Faishol.
Pihak kampus bahkan sempat menyarankannya untuk mengambil cuti.
Tragedi ini meninggalkan duka yang mendalam bagi seluruh civitas akademika UIN Raden Mas Said dan menjadi pengingat pahit akan pentingnya kesadaran dan dukungan terhadap kesehatan mental di lingkungan pendidikan. (did)