SOLOBALAPAN.COM - Perseteruan panas antara dosen UIN Malang, Muhammad Imam Muslimin (Yai Mim), dengan tetangganya, Nurul Sahara, kini menyeret satu nama baru.
Seorang pria bernama Agil, yang diketahui merupakan sopir dari usaha rental mobil milik suami Sahara, kini ikut menjadi sorotan.
Hal ini terjadi setelah Yai Mim, dalam pengakuannya di podcast Denny Sumargo, mengaku pernah memergoki Agil keluar dari rumah Sahara pada malam hari, saat suami Sahara sedang tidak ada di rumah.
Pengakuan ini sontak memicu gelombang spekulasi baru dari warganet.
Pengakuan Mengejutkan dari Yai Mim
Dalam podcast "Curhat Bang Denny Sumargo" yang tayang pada 29 September lalu, Yai Mim menceritakan salah satu insiden yang memicu konflik.
Ia mengaku melihat Nurul Sahara keluar dari rumahnya bersama dengan Agil.
"Ya pas malam kejadian... Mba Sahara dengan pakaian minim keluar bersamaan dengan Agil dari rumah. Satu rumah di saat pak Shofwan (suami Sahara) lagi tidak pulang," ungkap Yai Mim dalam podcast tersebut.
Pengakuan ini seolah menambahkan bumbu perselingkuhan dalam konflik yang semula hanya berpusat pada sengketa lahan parkir.
Akun TikTok Agil 'Digeruduk' Warganet
Tak butuh waktu lama bagi warganet untuk menemukan jejak digital Agil.
Akun TikTok miliknya, @agiillllllll, langsung "digeruduk" dan dibanjiri oleh komentar-komentar yang menyindir dan penuh tanda tanya.
Unggahan terakhir Agil, meskipun tidak ada hubungannya dengan kasus ini, kini penuh dengan komentar warganet yang mengaitkannya dengan pernyataan Yai Mim.
-
"Suami Sahara gak ada niatan liat CCTV kah?" tanya netizen.
-
"Ketar ketir kau dek," timpal lainnya.
Konflik yang Semakin Melebar
Terseretnya nama Agil dalam perseteruan ini menunjukkan bagaimana konflik antara Yai Mim dan Nurul Sahara telah melebar jauh dari masalah awal.
Kini, tidak hanya soal sengketa lahan dan adu mulut, tetapi juga telah merambah ke isu moral dan dugaan adanya hubungan terlarang.
Publik kini semakin terbelah, dengan masing-masing pihak memiliki pendukungnya sendiri dalam drama antar tetangga yang telah menjadi konsumsi nasional ini. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo