SOLOBALAPAN.COM - Erick Thohir secara resmi telah dilantik menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) baru dalam Kabinet Merah Putih pada Rabu (17/9/2025).
Penunjukannya untuk menggantikan Dito Ariotedjo tidak mengejutkan banyak pihak, mengingat rekam jejaknya yang sangat kuat di dunia olahraga.
Namun, di luar pengalamannya sebagai Ketua PSSI dan mantan pemilik Inter Milan, Erick Thohir juga memiliki latar belakang pendidikan yang mentereng, dari Amerika Serikat hingga gelar Doktor Kehormatan yang sempat menuai kontroversi.
Jejak Pendidikan Lintas Negara
Lahir di Jakarta pada 30 Mei 1970, Erick Thohir menempuh pendidikan dasar dan menengahnya di sekolah Katolik, SD dan SMP Asisi, sebelum melanjutkan ke SMAN 3 Jakarta Selatan.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan tingginya di Amerika Serikat, di mana ia meraih sejumlah gelar:
-
Associate of Arts bidang Komunikasi dari Glendale College.
-
Bachelor of Arts (S1) dari American College.
-
Master of Business Administration (S2) dari National University, California, pada tahun 1993.
Gelar Doktor Kehormatan yang Menuai Protes
Pada 3 Maret 2023, Universitas Brawijaya (UB), Malang, menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) kepada Erick Thohir dalam bidang Manajemen Strategi.
Pihak universitas menilai Erick telah memberikan kontribusi luar biasa dalam implementasi strategi transformasi bisnis di BUMN.
"Pak Erick bagi kami adalah figur perubahan transformasi yang terus bergerak," kata Dekan FEB UB saat itu, Abdul Ghofar.
Namun, penganugerahan gelar ini sempat diwarnai aksi unjuk rasa oleh Aliansi Mahasiswa Resah (Amarah) UB.
Mereka memprotes kurangnya transparansi dalam proses pemberian gelar tersebut.
Meskipun demikian, pihak universitas menegaskan bahwa prosesnya telah melalui kajian akademik yang ketat selama 1,5 tahun.
Kombinasi Pengalaman yang Lengkap
Dengan latar belakang pendidikan bisnis dari Amerika Serikat, pengalaman sebagai pengusaha media dan olahraga kelas dunia, serta rekam jejaknya sebagai Menteri BUMN, Erick Thohir kini membawa bekal yang sangat lengkap ke kursi Menpora.
Publik menaruh harapan besar bahwa kombinasi keilmuan dan pengalaman praktisnya ini dapat membawa gebrakan baru dan meningkatkan prestasi olahraga Indonesia secara signifikan. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo