Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Klarifikasi Shell Indonesia, Akui Rumahkan Sebagian Karyawan Buntut Krisis Pasokan BBM Akibat Larangan Impor

Didi Agung Eko Purnomo • Kamis, 18 September 2025 - 04:54 WIB
Sejumlah SPBU Shell tampak tutup karena kehabisan stok BBM di Jakarta, Kamis (06/02/2025).
Sejumlah SPBU Shell tampak tutup karena kehabisan stok BBM di Jakarta, Kamis (06/02/2025).

SOLOBALAPAN.COM - Raksasa energi Shell Indonesia akhirnya buka suara menanggapi isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang viral di media sosial.

Pihak perusahaan mengonfirmasi bahwa mereka terpaksa merumahkan sementara sebagian karyawan SPBU-nya.

Langkah ini diambil sebagai imbas dari krisis pasokan BBM jenis bensin yang melanda jaringan SPBU Shell, buntut dari kebijakan pemerintah yang melarang impor BBM bagi SPBU swasta.

Klarifikasi Resmi dari Direktur Shell Indonesia

President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menjelaskan bahwa perusahaan tidak melakukan PHK, melainkan "penyesuaian kegiatan operasional".

Penyesuaian ini mencakup perubahan jam kerja hingga merumahkan sementara sebagian karyawan.

“Kami melakukan penyesuaian kegiatan operasional di jaringan SPBU Shell selama produk BBM jenis bensin tidak tersedia secara lengkap,” ujar Ingrid dalam keterangan resminya, Selasa (16/9/2025).

Stok Bensin Kosong, Hanya Jual Solar

Akibat krisis pasokan ini, sebagian besar SPBU Shell kini mengalami kekosongan stok untuk produk bensin andalan mereka, seperti Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+.

Untuk sementara waktu, SPBU Shell yang terdampak hanya dapat melayani penjualan Shell V-Power Diesel.

Namun, unit bisnis lain seperti Shell Recharge (pengisian daya kendaraan listrik), bengkel, dan Shell Select tetap beroperasi normal.

“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait untuk memastikan produk BBM jenis bensin dapat tersedia kembali,” tegas Ingrid.

Dampak Kebijakan Larangan Impor

Krisis yang dialami oleh Shell ini merupakan dampak langsung dari kebijakan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang mewajibkan seluruh SPBU swasta untuk membeli pasokan BBM dari Pertamina dan melarang mereka melakukan impor sendiri.

Nasib Karyawan di Ujung Tanduk

Langkah Shell merumahkan sementara sebagian karyawannya menjadi sinyal nyata betapa beratnya dampak dari kebijakan baru ini bagi iklim bisnis di sektor energi.

Nasib ribuan karyawan SPBU swasta lainnya kini berada di ujung tanduk, bergantung pada bagaimana perusahaan mereka mampu beradaptasi dengan regulasi baru yang dinilai telah mengembalikan era monopoli. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#larangan impor #klarifikasi #Shell Indonesia #bbm