Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Apa Masalah Koiyocabe dan TVRI? Pengakuan Sang YouTuber di Podcast Deddy Corbuzier Viral hingga Trending di Media Sosial

Laila Zakiya • Jumat, 12 September 2025 - 17:42 WIB

 

YouTuber Koiyocabe di podcast Deddy Corbuzier.
YouTuber Koiyocabe di podcast Deddy Corbuzier.

SOLOBALAPAN.COM - Nama Koiyocabe, seorang konten kreator YouTube, tengah menjadi sorotan publik setelah pengakuannya di podcast Deddy Corbuzier viral dan memicu diskusi luas di media sosial.

Semua bermula ketika Koiyocabe menceritakan kembali pengalaman pahitnya terkait program Belajar dari Rumah (BDR) yang tayang di TVRI pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020.

Menurutnya, kala itu TVRI meminta konten edukasi dari para kreator tanpa bayaran, padahal program tersebut diketahui menerima dana Rp9,8 miliar dari Kemendikbud untuk slot tayang.

Koiyocabe menegaskan bahwa dirinya dan kreator lain sebenarnya tidak mempermasalahkan soal bayaran karena ingin berkontribusi untuk pendidikan Indonesia di masa sulit.

Namun, ia merasa kecewa ketika keluhannya yang pernah disampaikan langsung ke pejabat kala itu dianggap tidak ditanggapi serius.

Pernyataannya sontak mengundang perhatian publik setelah tayang dalam podcast Deddy Corbuzier edisi 10 September 2025 bersama Felix Siauw.

Dari situlah, topik ini langsung menjadi trending di berbagai platform sosial media.

Klarifikasi TVRI: Hanya Terima Konten Siap Tayang dari Kemendikbud

Tak butuh waktu lama, TVRI merespons pernyataan Koiyocabe lewat klarifikasi resmi.

Dalam siaran persnya, TVRI menegaskan bahwa mereka tidak pernah meminta atau memproduksi langsung konten kreator untuk program BDR.

"Pada masa pandemi Covid-19, TVRI bekerja sama hanya dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui mekanisme blocking airtime untuk program Belajar dari Rumah (BDR)... Seluruh materi yang ditayangkan merupakan konten siap-siar yang disiapkan dan disediakan langsung oleh Kemendikbud," jelas pihak TVRI.

Mereka juga menambahkan, TVRI tidak pernah berhubungan langsung dengan content creator. Dengan kata lain, TVRI hanya menayangkan materi yang sudah disediakan pemerintah.

Baca Juga: Skuad Lengkap Kendal Tornado FC untuk Laga Pembuka Melawan Barito Putera, Siap Tempur di Pegadaian Championship

Respons Koiyocabe: Hormati Klarifikasi TVRI

Setelah klarifikasi itu, Koiyocabe langsung mengunggah tanggapan.

Ia mengaku sudah berbicara melalui telepon dengan perwakilan TVRI bernama Ibu Rosita, dan memastikan bahwa TVRI memang bukan pihak yang bertanggung jawab dalam urusan teknis dengan para kreator.

"Selain surat klarifikasi di slide 1, gua juga udah teleponan sama Ibu Roosita dari TVRI, dan sekali lagi dipastikan, TVRI bukan pihak yang bertanggung jawab ke konten kreator yang terlibat waktu itu ya gengs. TVRI cuma menerima konten siap tayang selama program Belajar di Rumah," jelas Koi.

Ia pun menyampaikan apresiasi terhadap TVRI yang dinilai cepat tanggap dan memperjelas posisi mereka.

Koiyocabe berharap para kreator edukasi di Indonesia tetap mendapat apresiasi yang layak atas kontribusi mereka.

Jadi, Apa Masalah Utamanya?

Jika ditarik benang merah, persoalan utama bukanlah di TVRI, melainkan pada mekanisme kerja sama antara Kemendikbud dengan para kreator konten di masa pandemi.

TVRI hanya berperan sebagai penayang, sementara kreator merasa kontribusi mereka kurang mendapat penghargaan. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #Koiyocabe #tvri