Apa Arti Kode '1312' yang Viral di Sosmed Usai Insiden Ojol Dilindas Rantis Brimob? Ini Sejarah Dibaliknya
Didi Agung Eko Purnomo• Sabtu, 30 Agustus 2025 | 00:42 WIB
Arti kode 1312 yang viral di sosial media.
SOLOBALAPAN.COM – Pasca-tragedi tewasnya seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, yang terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob dalam aksi demo pada 28 Agustus lalu, media sosial diramaikan oleh kemunculan kode misterius: 1312.
Kode angka ini banyak digunakan dalam tagar dan unggahan sebagai bentuk protes dan kemarahan publik terhadap tindakan aparat.
Lantas, apa sebenarnya arti di balik kode 1312 yang kini viral tersebut?
Arti Kode 1312: Representasi Akronim ACAB
Secara sederhana, kode 1312 adalah representasi numerik dari akronim ACAB.
Akronim ini berasal dari frasa dalam bahasa Inggris, "All Cops Are Bastards" (Semua Polisi Adalah B*jing*n).
Setiap angka mewakili urutan huruf dalam alfabet:
1 = A (All)
3 = C (Cops)
1 = A (Are)
2 = B (Bastards)
Penggunaan kode angka ini merupakan cara bagi pengguna media sosial untuk menyampaikan kritik tajam tanpa harus menuliskan frasa aslinya yang sering kali disensor oleh algoritma platform.
Sejarah Global: dari Buruh Mogok hingga Kultur Punk
Frasa ACAB sendiri memiliki sejarah panjang sebagai slogan protes terhadap kebrutalan polisi.
Awal Abad ke-20: Muncul pertama kali di kalangan buruh yang mogok kerja di Inggris.
Tahun 1970-an: Dipopulerkan oleh media seperti Daily Mirror.
Tahun 1980-an: Menyebar ke seluruh dunia berkat subkultur punk, terutama melalui lagu berjudul "A.C.A.B." dari band The 4-Skins.
Sejak saat itu, ACAB atau 1312 menjadi simbol global perlawanan terhadap represivitas aparat yang ditemui dalam bentuk grafiti, tato, hingga atribut demonstrasi.
Konteks di Indonesia: dari Kanjuruhan hingga Kasus Ojol
Di Indonesia, penggunaan kode 1312 semakin relevan dan masif setelah Tragedi Kanjuruhan pada tahun 2022.
Kode ini banyak muncul di dinding stadion sebagai bentuk kritik terhadap aparat yang dianggap bertanggung jawab.
Kini, simbol tersebut kembali mencuat pasca-tragedi yang menimpa Affan Kurniawan, menjadi lambang solidaritas bagi korban dan wujud kemarahan publik terhadap tindakan aparat yang dinilai di luar batas.
Simbol Perlawanan di Era Digital
Viralnya kode 1312 setelah insiden rantis Brimob menunjukkan bagaimana sebuah simbol perlawanan global dapat dengan cepat diadopsi untuk merespons peristiwa lokal.
Ini bukan sekadar angka, melainkan sebuah seruan kolektif yang menyuarakan ketidakpercayaan dan tuntutan reformasi terhadap institusi penegak hukum di Indonesia. (did)