SOLOBALAPAN.COM - Setelah pernikahan mewahnya dengan Vanessa Mantofa, sosok Davin S. Wangsawidjaja langsung menjadi pusat rasa penasaran publik.
Spekulasi mengenai latar belakang keluarganya pun merebak liar, dengan rumor terbesar menyebutnya sebagai putra dari konglomerat pemilik Pakuwon Group, Alexander Tedja.
Pesta pernikahan yang megah dan dihadiri tamu-tamu kalangan atas membuat banyak warganet yakin bahwa Davin berasal dari keluarga konglomerat.
Lantas, benarkah ia adalah putra dari Alexander Tedja?
Isu Viral Mengaitkannya dengan Pakuwon Group
Rumor ini menyebar cepat di media sosial.
Warganet mengaitkan Davin dengan Alexander Tedja karena Pakuwon Group merupakan perusahaan properti raksasa yang berbasis di Surabaya, sesuai dengan julukan "Crazy Rich Surabaya" yang disematkan pada pasangan ini.
CEK FAKTA: Bukan Putra Alexander Tedja
Namun, berdasarkan penelusuran fakta dari data keluarga yang tersedia untuk publik, rumor tersebut tidak benar.
Alexander Tedja diketahui memiliki tiga orang anak dari pernikahannya, yaitu:
-
Irene Tedja
-
Eiffel Tedja
-
Leon Tedja
Tidak ada nama Davin S. Wangsawidjaja dalam silsilah keluarga inti pemilik Pakuwon Group.
Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa suami Vanessa Mantofa bukanlah anak dari Alexander Tedja.
Lantas, Siapa Sebenarnya Orang Tuanya?
Meskipun rumor terkait Alexander Tedja terbantahkan, identitas orang tua Davin S. Wangsawidjaja yang sebenarnya hingga kini masih belum terungkap ke publik.
Namun, melihat rekam jejak pendidikan Davin sebagai lulusan S2 dari University of Southern California (USC) dan kariernya di Amerika Serikat, publik tetap meyakini bahwa ia berasal dari keluarga yang sangat terpandang dan bukan dari kalangan sembarangan.
Misteri yang Terus Bergulir
Dengan demikian, bisa dipastikan bahwa suami Vanessa Mantofa bukanlah anak dari pendiri Pakuwon Group.
Namun, misteri mengenai siapa sesungguhnya keluarga di balik nama Wangsawidjaja masih terus bergulir.
Kemewahan pernikahannya dan profil Davin yang impresif membuat spekulasi bahwa ia adalah "anak konglomerat" tetap hidup, meski nama keluarganya yang sebenarnya masih menjadi teka-teki. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo