SOLOBALAPAN.COM - Kasus dugaan penganiayaan yang menimpa prajurit muda, Prada Lucky Chepril Saputra Namo, hingga meninggal dunia kini menjadi sorotan.
Kemarahan ayahnya, Sersan Mayor Kristian Namo, seorang prajurit TNI aktif, dianggap wajar oleh Kodam IX/Udayana.
Di tengah duka mendalam keluarga, sang ibu, Sepriana Paulina Mirpey, membongkar nasib pilu anaknya selama tinggal di barak.
Menurut pengakuan Sepriana Paulina Mirpey, ia kerap mendapatkan kabar dari Prada Lucky yang menceritakan kondisi dan kegiatannya.
Namun, tiba-tiba ia tak mendapatkan kabar selama dua hari penuh, yang membuatnya curiga. Setelah ia menyusul ke Nagekeo, ia menemukan anaknya sudah dalam keadaan koma.
Paulina kemudian membeberkan bahwa anaknya sempat mengalami penganiayaan dari sejumlah prajurit seniornya.
“Mama saya dipukul, saya dicambuk saat dia lari ke rumah mama angkatnya di Nagekeo dengan tubuh sudah terluka,” ujar Paulina saat ditemui menjelang pemakaman almarhum Prada Lucky, di Kupang, Sabtu (9/8).
Saat itu, Prada Lucky langsung dirawat oleh ibu angkatnya. Ia mengompres luka-lukanya dengan kunyit panas.
Pihak keluarga berharap agar para pelaku penganiayaan mendapatkan hukuman setimpal sesuai aturan yang berlaku.
Kepergian Prada Lucky yang baru dua bulan menjadi anggota TNI ini memicu kemarahan ayahnya, Sersan Mayor Kristian Namo.
Ia meluapkan emosinya saat menjemput jenazah anaknya di RSUD Aeramo, Nagekeo.
Wakil Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana, Letnan Kolonel Infanteri Amir Syarifudin, menyatakan bahwa kemarahan tersebut adalah hal yang wajar.
"Kalau ayah korban marah itu wajar karena beliau adalah orang tua. Kita juga paham itu. Siapa pun akan begitu," kata Wakil Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana Letnan Kolonel Infanteri Amir Syarifudin di Denpasar, Bali, dikutip Antara, Sabtu (9/8).
Meskipun demikian, Kodam IX/Udayana telah berkoordinasi dengan Serma Kristian Namo untuk menyerahkan proses hukum kasus ini kepada tim yang sudah dibentuk.
"Kita sudah komunikasi dan beliau serahkan ke kita selaku institusi militer, dan beliau juga militer. Beliau tahu prosedurnya," katanya.
Prada Lucky Chepril Saputra Namo meninggal dunia pada Rabu, 6 Agustus 2025, setelah mendapatkan perawatan intensif selama empat hari di Rumah Sakit Umum Aeramo, Nagekeo, NTT.
Ia diduga dianiaya oleh seniornya di Batalyon Teritorial Pembangunan 834/Wakangan Mere, Kabupaten Nagekeo. (lz)
Editor : Laila Zakiya