SOLOBALAPAN.COM - Momen kompak Ibnu Jamil dan mantan istrinya, Ade Maya, saat mendukung kelulusan putra mereka, Dhofin Maula Jamil, di Akademi Militer (Akmil) 2025 menuai pujian publik.
Keharmonisan yang mereka tunjukkan membuat banyak warganet kembali penasaran, apa sebenarnya penyebab perceraian pasangan ini pada tahun 2018 lalu?
Meskipun telah lama berpisah, alasan di balik kandasnya rumah tangga mereka yang dulu dikenal harmonis kembali menjadi sorotan.
Kompak Demi Putra Semata Wayang
Meski telah berpisah, Ibnu Jamil dan Ade Maya membuktikan komitmen mereka untuk tetap menjadi orang tua terbaik bagi Dhofin.
Kehadiran mereka bersama di momen-momen penting sang anak, termasuk di acara pelantikan Akmil kemarin, menjadi buktinya.
Ade Maya bahkan menulis pesan haru di akun Instagram-nya, @mayamaula9: "Alhamdulillah Selamat ya nak… Hari ini satu doa besar yang selalu bunda panjatkan dikabulkan Allah."
Kehidupan Baru Setelah Berpisah
Setelah perceraian, keduanya telah melanjutkan hidup masing-masing. Ibnu Jamil telah menikah lagi dengan aktris Ririn Ekawati pada tahun 2021.
Sementara itu, Ade Maya menikmati perannya sebagai seorang ibu tunggal yang inspiratif, dengan karier cemerlang sebagai mantan atlet voli nasional dan pejabat bank.
Penyebab Perceraian: Masalah Komunikasi
Menurut kuasa hukum Ibnu Jamil pada saat proses perceraian, Agus Setiawan, salah satu faktor utama di balik perpisahan mereka adalah minimnya komunikasi yang efektif antara keduanya.
“Mungkin (bercerai) karena sikap cuek ya dari keduanya. Dan ada persoalan lain yang enggak bisa terpecahkan,” ujar Agus kepada awak media beberapa waktu lalu.
Faktor komunikasi ini disebut menjadi pemicu utama dari keretakan rumah tangga yang telah mereka bina sejak tahun 2006.
Contoh Co-Parenting yang Menginspirasi
Kisah Ibnu Jamil dan Ade Maya menjadi contoh inspiratif tentang bagaimana sebuah perpisahan tidak harus berakhir dengan permusuhan.
Meskipun pernikahan mereka kandas karena masalah komunikasi, keduanya berhasil membangun fondasi baru sebagai rekan orang tua yang solid.
Kemampuan mereka untuk menomorsatukan kebahagiaan anak di atas segalanya menuai decak kagum dan menjadi pelajaran berharga bagi publik. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo