SOLOBALAPAN.COM - Nama Michelle Noviana mendadak menjadi sorotan di media sosial setelah membuat pengakuan mengejutkan di sebuah acara pengajian yang ditayangkan di televisi.
Ia mengklaim dipaksa oleh suaminya untuk melakukan poliandri.
Namun, setelah sang suami, Muhammad Dika Perkasa, muncul dan membantah tuduhan tersebut, kini banyak warganet yang berbalik menuding pengakuan Michelle hanyalah settingan atau rekayasa.
Pengakuan 'Dipaksa Poliandri' yang Bikin Heboh
Dalam sebuah klip video yang viral di akun Instagram @tante.rempong.official pada 27 Juli 2025, Michelle dengan emosional menceritakan perlakuan suaminya di hadapan seorang ustaz.
"Yang paling parah dia sampai berkali-kali menyuruh saya poliandri Pak Ustaz. Suami saya menyuruh saya poliandri. Menyuruh saya melakukan hubungan badan dengan pria lain di depan matanya Pak Ustaz," ujarnya dalam video tersebut.
Suami Membantah, Narasi 'Settingan' Muncul
Pengakuan dramatis ini menjadi semakin rumit setelah suaminya, Muhammad Dika Perkasa, muncul ke publik dan membantah semua tuduhan yang dilontarkan Michelle.
Bantahan inilah yang memicu spekulasi liar dari warganet, yang kini ramai menuduh Michelle telah membuat cerita palsu demi popularitas.
Mengenal Sosok Michelle Noviana
Lantas, siapa sebenarnya Michelle Noviana?
Ia dikenal sebagai seorang pengguna media sosial yang aktif dan juga seorang pengusaha. Berikut adalah profil singkatnya:
-
Media Sosial: Aktif di Instagram dengan nama akun @michelle_novv, memiliki lebih dari 67 ribu pengikut.
-
Bisnis: Merupakan pemilik dari merek produk kecantikan Misslux dan juga membuka kelas untuk seni kuku (nail art).
Drama yang Menanti Kejelasan
Kasus Michelle Noviana kini telah berubah menjadi drama "saling bantah" di hadapan publik.
Di satu sisi, ada pengakuan istri yang sangat serius mengenai kekerasan dalam rumah tangga.
Di sisi lain, ada bantahan dari suami yang memicu tuduhan rekayasa.
Tanpa bukti lebih lanjut dari kedua belah pihak, kebenaran dari cerita ini masih menggantung, meninggalkan warganet untuk terus berdebat apakah ini adalah jeritan hati seorang korban atau sebuah strategi untuk mencari sensasi. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo