Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Ini Lho! Mas Wapres Gibran Bikin Konten AI Tarian Pacu Jalur, Diserbu Nyinyiran Netizen

Damianus Bram • Rabu, 9 Juli 2025 | 01:31 WIB
Tangkapan layar Gibran buat video AI tarian Pacu Jalur.
Tangkapan layar Gibran buat video AI tarian Pacu Jalur.

SOLOBALAPAN.COM – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali mencuri perhatian publik. Bukan lewat kebijakan atau program baru, melainkan unggahan di media sosial yang memanfaatkan tren viral tarian Pacu Jalur, budaya khas Kuantan Singingi, Riau.

Dalam unggahan di akun Instagram-nya, Gibran tampil dalam video berbasis teknologi AI yang memperlihatkan dirinya ikut menari Pacu Jalur.

Ia terlihat "menyatu" dengan gerakan energik ala bocah-bocah penari Pacu Jalur yang tengah viral di berbagai platform digital.

Gibran pun menuliskan caption puitis:

"Siapa sangka, dari tepian Kuantan Singingi, semangat Pacu Jalur bisa mengalir hingga ke jagat digital dunia."

Tak berhenti di situ, Gibran juga menyebut tren ini sebagai bentuk diplomasi budaya di era digital.

"Berbagai klub besar dan pemengaruh dunia turut merayakannya. Inilah kekuatan diplomasi budaya di era digital..."

Respons Warganet: Pujian Berbumbu Sindiran

Alih-alih menuai pujian, unggahan Gibran justru dibanjiri komentar sinis. Banyak netizen menilai aksi tersebut hanya bentuk pencitraan dengan menunggangi tren viral.

"Kebiasaan, tiap ada yang viral langsung ikut-ikutan. Besok-besok jangan-jangan joget ODGJ juga diikutin," sindir seorang pengguna Instagram.

"Lagi-lagi caper. Dari Jumbo ke Pacu Jalur. Tapi yang digarap cuma kontennya doang, bukan masalah rakyatnya," tulis akun lainnya.

Tak sedikit pula yang menyentil status politik Gibran sebagai anak Presiden Jokowi.

"Kalo bukan anak Jokowi, apa masih ada yang peduli?" celetuk netizen.

Beberapa warganet juga melontarkan komentar sindiran dalam bentuk pujian agar 'dapat jabatan'.

"Wapres terbaik dari yang pernah ada.. Bismillah komisaris PT ANTAM," tulis salah satu akun.

"Keren banget kontennya Mas Wapres. Bismillah komisaris utama Waskita Karya," tambah netizen lainnya.

Dikritik Hilangkan Nilai Budaya

Tak sedikit pula netizen yang mengkritik penggunaan teknologi AI dalam konten tersebut karena dianggap menghilangkan makna asli dari tarian Pacu Jalur yang sarat nilai historis dan spiritual.

Menurut mereka, budaya seperti Pacu Jalur bukan sekadar konten viral, melainkan tradisi lokal yang patut dihormati dan tidak dikomodifikasi.

Budaya Bukan Alat Eksistensi

Fenomena ini menjadi cermin bahwa masyarakat digital semakin kritis dalam menyikapi konten budaya.

Di tengah derasnya arus digitalisasi, apresiasi terhadap budaya harus dilakukan secara otentik, bukan hanya demi eksistensi pribadi atau pencitraan politik semata.

Unggahan Gibran ini menjadi peringatan bahwa diplomasi budaya digital sebaiknya dilakukan dengan pemahaman nilai lokal dan bukan sekadar mengikuti arus viral. (dam)

Editor : Damianus Bram
#ai #wakil presiden #gibran rakabuming raka #gibran #tarian #Pacu Jalur #wapres