SOLOBALAPAN.COM - Sebuah video dugaan perselingkuhan tengah menghebohkan jagat maya Indonesia.
Nama seorang petinggi perusahaan desain ternama, PT G70 Asia, ikut terseret dalam polemik ini.
Pria dalam video tersebut diduga kuat adalah Sutobin Halim, Direktur Operasional perusahaan tersebut.
Sontak, profil dan latar belakangnya kini menjadi buruan warganet yang penasaran.
Dugaan Perselingkuhan dalam Video yang Viral
Video yang beredar luas di berbagai platform media sosial itu menampilkan seorang pria dan seorang wanita, yang keduanya disebut-sebut sudah memiliki pasangan masing-masing.
Warganet dengan cepat mengidentifikasi pria dalam video tersebut sebagai sosok yang sangat mirip dengan Sutobin Halim, memicu perbincangan luas mengenai skandal ini.
Profil Profesional Sutobin Halim: Direktur dengan Pengalaman 30 Tahun
Lantas, siapa sebenarnya Sutobin Halim yang namanya kini menjadi perbincangan?
Berdasarkan profil di laman LinkedIn dan situs resmi perusahaan, ia adalah seorang profesional yang sangat berpengalaman di bidangnya.
-
Jabatan: Menjabat sebagai Direktur Operasional di PT G70 Asia sejak tahun 2022.
-
Keahlian: Memiliki lebih dari 30 tahun pengalaman di dunia desain arsitektur, BIM (Building Information Modeling), dan perencanaan.
Ia dikenal sangat kompeten dalam merancang, mengelola, dan menyusun berbagai proyek arsitektur.
-
Keterampilan Teknis: Ahli dalam menggunakan perangkat lunak desain seperti Autodesk AutoCAD dan Revit Architecture.
Mengenal PT G70 Asia
PT G70 Asia sendiri merupakan salah satu perusahaan desain dan konstruksi terkemuka yang berbasis di Jakarta.
Perusahaan ini dikenal luas karena menangani proyek-proyek desain arsitektur dan interior untuk klien premium, baik untuk hunian pribadi maupun perkantoran korporasi.
Kontras Karier dan Isu Pribadi
Di tengah rekam jejak profesionalnya yang mengesankan sebagai seorang ahli di bidang arsitektur, nama Sutobin Halim kini harus tercoreng akibat dugaan skandal perselingkuhan yang viral ini.
Meskipun kebenaran mengenai sosok pria dalam video tersebut belum terkonfirmasi secara resmi oleh pihak terkait, isu ini telah telanjur merusak citranya di mata publik. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo