Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Kim Jong Un Murka ke Donald Trump, Sebut Serangan AS ke Iran 'Langkah Sembrono' dan Langgar Piagam PBB

Didi Agung Eko Purnomo • Kamis, 26 Juni 2025 | 05:05 WIB
Kim Jong Un.
Kim Jong Un.

SOLOBALAPAN.COM - Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, angkat bicara mengenai krisis di Timur Tengah yang semakin memanas pasca keterlibatan Amerika Serikat dalam perang Iran-Israel.

Ia secara resmi melontarkan kecaman keras terhadap AS dan Israel, menyebut tindakan kedua negara tersebut sebagai langkah yang "sembrono" dan berbahaya.

Pernyataan ini muncul setelah AS melancarkan serangan udara ke tiga fasilitas nuklir Iran pada Minggu, 22 Juni 2025, sebagai respons atas konflik yang dimulai oleh serangan Israel ke Iran pada 13 Juni lalu.

Serangan AS Dianggap Pelanggaran Piagam PBB

Dalam pernyataan resmi yang dirilis kantor berita Reuters pada Senin, 23 Juni 2025, Kim Jong Un secara spesifik mengecam serangan udara yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump.

"Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) dengan keras mengecam serangan AS terhadap Iran," bunyi pernyataan tersebut.

Kim Jong Un menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

Ia menegaskan bahwa serangan itu "secara serius melanggar Piagam PBB mengenai penghormatan terhadap kedaulatan negara."

Israel dan AS Dituding Bertindak 'Sembrono'

Lebih jauh, Pyongyang menyalahkan eskalasi konflik ini pada apa yang mereka sebut sebagai kecerobohan Israel dan AS. Israel dituding memulai permusuhan dengan "keberanian sembrono" saat melancarkan serangan pertama pada 13 Juni lalu.

Sementara keterlibatan AS dengan menyerang fasilitas nuklir Iran dianggap semakin memperkeruh suasana.

Peringatan Akan Adanya 'Konsekuensi Tak Terhindarkan'

Pernyataan dari pemimpin Korea Utara tersebut ditutup dengan sebuah peringatan yang tegas.

Kim Jong Un menegaskan bahwa tindakan nekat yang diambil oleh Washington dan Tel Aviv akan membawa "konsekuensi yang tak terhindarkan" bagi mereka sendiri, mengisyaratkan adanya potensi balasan atau dampak lebih lanjut di masa depan.

Kecaman dari Kim Jong Un ini mempertegas posisi Korea Utara yang secara ideologis berpihak pada Iran dalam melawan pengaruh AS dan sekutunya.

Intervensi verbal dari Pyongyang ini menambah dimensi baru dalam krisis Timur Tengah, menunjukkan bagaimana konflik tersebut mempolarisasi kekuatan global dan meningkatkan risiko ketidakstabilan yang lebih luas. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#donald trump #Piagam PBB #kim jong un #Serangan AS ke Iran