SOLOBALAPAN.COM – Akun Instagram resmi milik Presiden Prabowo Subianto ramai diserbu oleh netizen asal Brasil.
Mereka meminta pemerintah Indonesia segera mengevakuasi seorang pendaki asal Brasil bernama Juliana, yang dilaporkan jatuh ke jurang di sekitar Danau Segara Anak, Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu (21/6/2025) pagi.
Tak hanya akun @prabowo, akun resmi @presidenrepublikindonesia juga turut diserbu komentar warganet asal Negeri Samba.
Seruan mereka hampir seragam: meminta penyelamatan segera untuk Juliana.
Komentar Netizen Brasil Penuhi Postingan Presiden Prabowo
Aksi serbuan netizen Brasil dimulai ketika Prabowo mengunggah momen pidatonya di St. Petersburg International Economic Forum, Rusia, pada Kamis (19/6/2025).
Kolom komentar unggahan tersebut langsung dipenuhi permintaan pertolongan.
“Save the Brazilian girl! ????????” tulis akun @augustinho.m.
“Help Juliana with a helicopter ????????” tulis @alexiamed.
"SOS Juliana Marins ????????????????????????," tulis @_araluanna.
"prabowo Queremos resposta sobre o caso de Juliana," tulis @katianeesouzaa.
Beberapa bahkan hanya menuliskan kode SOS disertai dengan emoji bendera Brasil.
Netizen Indonesia Tanggapi dengan Santai
Kehebohan tersebut turut disambut oleh netizen Indonesia yang malah melontarkan berbagai candaan dan komentar sarkas.
“Lagi menunggu netizen Indo ngomen,” tulis @indahjurikaofficial.
"Please naturalisasi vini, rafinha & neymar," tulis @ansas_25.
“Naturalisasi pemain-pemain Brazil please,” sahut akun @knyg024.
Juliana Ditemukan, Proses Evakuasi Masih Berlangsung
Terlepas dari keramaian di dunia maya, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan Juliana, 27 tahun, dalam kondisi tidak bergerak di jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter dari titik awal jatuh.
“Tim SAR gabungan berhasil menemukan survivor dengan visualisasi drone thermal,” kata Kepala Kantor SAR Mataram, Hariyadi, Selasa (24/6/2025).
Korban ditemukan pada Senin (23/6/2025) pagi sekitar pukul 07.05 WITA. Namun hingga kini, proses evakuasi masih terus dilakukan karena medan yang sangat ekstrem dan berkabut.
“Kami terkendala medan yang ekstrem dan berkabut di sekitar lokasi kejadian,” jelas Hariyadi.
Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan masih terus berjuang mengevakuasi korban secara aman. (dam)
Editor : Damianus Bram